alexametrics
23 C
Madiun
Thursday, July 7, 2022

Tak Mau Ikut PTM, 36 Siswa di Pacitan Pilih Putus Sekolah

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Terlalu lama ’’tidak sekolah’’ menimbulkan banyak persoalan. Mulai berkurangnya pengetahuan dan keterampilan secara akademis (learning loss) hingga putus sekolah.

Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan mencatat, sebanyak 36 siswa SD dan SMP memilih gantung seragam sekolah di tahun pembelajaran 2020/2021 lalu. Tak hanya siswa pedesaan, sebagian juga dari perkotaan. Keengganan melanjutkan sekolah bukan karena faktor ekonomi atau bekerja. Melainkan karena berat hati mengikuti kembali pembelajaran tatap muka (PTM). ‘’Mereka terbiasa santai dengan daring. Saat sekolah PTM, tidak mau masuk,’’ kata Kadindik Pacitan Budiyanto, Senin (16/5).

Sejatinya, dindik tak tinggal diam. Beragam cara dilakukan. Mulai kunjungan ke rumah siswa hingga pendekatan lewat orang tua. Sayangnya, permasalahan tersebut tak mudah dientaskan. Mereka tetap ogah-ogahan meski bujuk rayu telah dilakukan. ‘’Semuanya kembali ke inisiatif dan minat dari siswa itu sendiri,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Pacitan Kebut Enam Proyek Jembatan

Orang tua diharapkan dapat memotivasi anaknya di rumah agar tak segan berangkat ke sekolah. Mengingat saat ini tak ada lagi pembelajaran daring. ‘’Memulihkan pembelajaran dampak pandemi memang tidak bisa instan. Apalagi di tengah kurikulum merdeka belajar saat ini. Setiap peran sangat dibutuhkan,’’ tegasnya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Terlalu lama ’’tidak sekolah’’ menimbulkan banyak persoalan. Mulai berkurangnya pengetahuan dan keterampilan secara akademis (learning loss) hingga putus sekolah.

Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan mencatat, sebanyak 36 siswa SD dan SMP memilih gantung seragam sekolah di tahun pembelajaran 2020/2021 lalu. Tak hanya siswa pedesaan, sebagian juga dari perkotaan. Keengganan melanjutkan sekolah bukan karena faktor ekonomi atau bekerja. Melainkan karena berat hati mengikuti kembali pembelajaran tatap muka (PTM). ‘’Mereka terbiasa santai dengan daring. Saat sekolah PTM, tidak mau masuk,’’ kata Kadindik Pacitan Budiyanto, Senin (16/5).

Sejatinya, dindik tak tinggal diam. Beragam cara dilakukan. Mulai kunjungan ke rumah siswa hingga pendekatan lewat orang tua. Sayangnya, permasalahan tersebut tak mudah dientaskan. Mereka tetap ogah-ogahan meski bujuk rayu telah dilakukan. ‘’Semuanya kembali ke inisiatif dan minat dari siswa itu sendiri,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Wisata Desa Dongkrak Ekonomi Pacitan

Orang tua diharapkan dapat memotivasi anaknya di rumah agar tak segan berangkat ke sekolah. Mengingat saat ini tak ada lagi pembelajaran daring. ‘’Memulihkan pembelajaran dampak pandemi memang tidak bisa instan. Apalagi di tengah kurikulum merdeka belajar saat ini. Setiap peran sangat dibutuhkan,’’ tegasnya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/