alexametrics
23.6 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Kisah Perjuangan Huda Sembuh dari Covid-19 usai Dirawat 74 Hari

MUHAMMAD Nurul Huda akhirnya bisa menghirup udara bebas. Senin (15/6) kepala Kemenag Pacitan itu dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah menjalani perawatan dan isolasi selama 74 hari.

Tak mudah bagi Huda untuk sembuh. Apalagi usianya sudah 51 tahun. Namun, semangatnya luar biasa. ‘’Selama dirawat saya di-swab sebanyak 11 kali. Alhamdulillah tiga tes swab terakhir hasilnya negatif semua,’’ kata Huda.

Huda didiagnosis terjangkit virus korona pada 9 April lalu. Kondisinya memburuk setelah pulang mengikuti pelatihan pendaming haji di Sukolilo, Surabaya. Dia kemudian dirawat di RSUD dr Darsono dengan status pasien dalam pengawasan (PDP). Namun, pada Sabtu lalu (6/6) yang bersangkutan berpindah isolasi ke wisma atlet.

Selama diisolasi banyak treatment yang dilakukan Huda. Setiap pagi dan sore selalu mengonsumsi tiga telur ayam dicampur madu dan 15 bahan rempah untuk meningkatkan imunitas. ‘’Saya berasa seperti petugas haji nonkloter, berangkat pertama dan pulang terakhir, terjangkit pertama dan sembuh terakhir,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Mengenal Rani Iswinedar, Pemilik Sanggar Pradnya

Baginya, hal paling sulit saat diisolasi adalah berjuang melawan kebosanan. Untuk mengatasinya, Huda nyambi mengerjakan tugas kantor. Dia juga rutin video call dengan keluarga dan teman-temannya untuk menyambung komunikasi. ‘’Tentunya saya juga terus mendekatkan diri pada Yang Mahakuasa,’’ ungkap mantan kasi pendidikan madrasah tersebut.

Kepulangan pasien pertama itu dari rumah singgah wisma atlet disambut meriah oleh sejumlah pegawai Kemenag. Beberapa di antara mereka membawa poster dukungan kepada Huda setelah dinyatakan menang melawan Covid-19. ‘’Lega rasanya, akhirnya Pak Huda diperbolehkan pulang,’’ kata Kasi Binmas Islam Kemenag Pacitan Mutongin. (gen/c1/her)

MUHAMMAD Nurul Huda akhirnya bisa menghirup udara bebas. Senin (15/6) kepala Kemenag Pacitan itu dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah menjalani perawatan dan isolasi selama 74 hari.

Tak mudah bagi Huda untuk sembuh. Apalagi usianya sudah 51 tahun. Namun, semangatnya luar biasa. ‘’Selama dirawat saya di-swab sebanyak 11 kali. Alhamdulillah tiga tes swab terakhir hasilnya negatif semua,’’ kata Huda.

Huda didiagnosis terjangkit virus korona pada 9 April lalu. Kondisinya memburuk setelah pulang mengikuti pelatihan pendaming haji di Sukolilo, Surabaya. Dia kemudian dirawat di RSUD dr Darsono dengan status pasien dalam pengawasan (PDP). Namun, pada Sabtu lalu (6/6) yang bersangkutan berpindah isolasi ke wisma atlet.

Selama diisolasi banyak treatment yang dilakukan Huda. Setiap pagi dan sore selalu mengonsumsi tiga telur ayam dicampur madu dan 15 bahan rempah untuk meningkatkan imunitas. ‘’Saya berasa seperti petugas haji nonkloter, berangkat pertama dan pulang terakhir, terjangkit pertama dan sembuh terakhir,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Talut Jalan Pacitan-Trenggalek Ambrol, Rumah Sariyah Nyaris Rata Tanah

Baginya, hal paling sulit saat diisolasi adalah berjuang melawan kebosanan. Untuk mengatasinya, Huda nyambi mengerjakan tugas kantor. Dia juga rutin video call dengan keluarga dan teman-temannya untuk menyambung komunikasi. ‘’Tentunya saya juga terus mendekatkan diri pada Yang Mahakuasa,’’ ungkap mantan kasi pendidikan madrasah tersebut.

Kepulangan pasien pertama itu dari rumah singgah wisma atlet disambut meriah oleh sejumlah pegawai Kemenag. Beberapa di antara mereka membawa poster dukungan kepada Huda setelah dinyatakan menang melawan Covid-19. ‘’Lega rasanya, akhirnya Pak Huda diperbolehkan pulang,’’ kata Kasi Binmas Islam Kemenag Pacitan Mutongin. (gen/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/