alexametrics
23.9 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Tanggul Jembatan Mlati di Pacitan Ambrol Diterjang Banjir

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Tanggul jembatan di Desa Mlati ambrol. Memutus akses dengan dua desa sekecamatan Arjosari: Gayuhan dan Sedayu. Infrastruktur penahan sungai itu jebol diterjang banjir kemarin (15/6).

Kerusakan tersebut cukup mengganggu aktivitas warga yang ingin ke sekolah dan pasar. Kini, puluhan warga di Dusun Krajan dan Dusun Ketarjo di Desa Mlati terpaksa harus melewati jalur alternatif sejauh dua kilometer. ‘’Hujan lebat yang mengguyur Selasa sore membuat sungai meluap dan menjebol sayap jembatan,’’ kata Kades Mlati Khamid, Kamis (16/6).

Jembatan selebar 3 meter dengan panjang 20 meter itu ambrol di bagian ujungnya. Sungai di desa itu memang kerap meluap hingga perkebunan di sekitarnya. Namun, tak sampai menggenangi permukiman. ‘’Jembatan itu menjadi akses utama warga menuju sekolah dan pasar. Ada jembatan lain, tapi jaraknya jauh,’’ terangnya.

Baca Juga :  Hindari Kerumunan, PPDB SD-SMP di Pacitan Dipermudah

Mesiyem, warga Sedayu, berharap jembatan lekas diperbaiki. Satu-dua hari ini beberapa warga terpaksa menyeberangi palangan kayu yang dibentangkan di cekungan jembatan yang ambrol. Penyeberangan darurat itu tentu berbahaya. ‘’Semoga lekas diperbaiki agar kami tak kesulitan saat hendak ke pasar dan sekolah,’’ ujarnya.

Camat Arjosari Didik Darmawan telah melaporkan kerusakan itu ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan. Satu unit alat berat telah diterjunkan ke lokasi guna membersihkan guguran material. Sementara dilakukan pengurukan tanah di sekitar lokasi untuk memberikan akses darurat bagi warga setempat. ‘’Penimbunan tanah dulu supaya akses warga tidak terputus total,’’ tuturnya. (hyo/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Tanggul jembatan di Desa Mlati ambrol. Memutus akses dengan dua desa sekecamatan Arjosari: Gayuhan dan Sedayu. Infrastruktur penahan sungai itu jebol diterjang banjir kemarin (15/6).

Kerusakan tersebut cukup mengganggu aktivitas warga yang ingin ke sekolah dan pasar. Kini, puluhan warga di Dusun Krajan dan Dusun Ketarjo di Desa Mlati terpaksa harus melewati jalur alternatif sejauh dua kilometer. ‘’Hujan lebat yang mengguyur Selasa sore membuat sungai meluap dan menjebol sayap jembatan,’’ kata Kades Mlati Khamid, Kamis (16/6).

Jembatan selebar 3 meter dengan panjang 20 meter itu ambrol di bagian ujungnya. Sungai di desa itu memang kerap meluap hingga perkebunan di sekitarnya. Namun, tak sampai menggenangi permukiman. ‘’Jembatan itu menjadi akses utama warga menuju sekolah dan pasar. Ada jembatan lain, tapi jaraknya jauh,’’ terangnya.

Baca Juga :  Empat Sungai Besar di Ponorogo Mendesak Dinormalisasi

Mesiyem, warga Sedayu, berharap jembatan lekas diperbaiki. Satu-dua hari ini beberapa warga terpaksa menyeberangi palangan kayu yang dibentangkan di cekungan jembatan yang ambrol. Penyeberangan darurat itu tentu berbahaya. ‘’Semoga lekas diperbaiki agar kami tak kesulitan saat hendak ke pasar dan sekolah,’’ ujarnya.

Camat Arjosari Didik Darmawan telah melaporkan kerusakan itu ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan. Satu unit alat berat telah diterjunkan ke lokasi guna membersihkan guguran material. Sementara dilakukan pengurukan tanah di sekitar lokasi untuk memberikan akses darurat bagi warga setempat. ‘’Penimbunan tanah dulu supaya akses warga tidak terputus total,’’ tuturnya. (hyo/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/