alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Talut Ambrol Nyaris Timbun Rumah di Pacitan

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Talut di dekat SMPN 2 Bandar ambrol. Sekat penahan tebing di belakang sekolah itu runtuh usai diguyur hujan deras, Minggu (14/8). Bahkan, material tanah dan sisa tembok nyaris menimbun kediaman warga di sekitarnya.

Sumarno, pemilik rumah di dekat sekolah, mengatakan bahwa robohnya talut sepanjang 30 meter yang berada di atas kediamannya itu terjadi sekitar pukul 15.00. Tak ada tanda-tanda sebelumnya. Tiba-tiba saja, tanah di bawah tembok longsor dan membuat tembok di atasnya ikutan ambrol.

Beruntung, meski hanya berjarak 3 meter dari lokasi kejadian, namun material bangunan rumah di Petungsinarang, Bandar, itu tidak rusak. ‘’Suaranya seperti truk ambruk, untungnya hanya kena sedikit rumah. Kalau yang ambrol temboknya dulu, mungkin lain ceritanya,’’ terang Sumarno.

Baca Juga :  Lampu Bangjo Rp 400 Juta di Perempatan Gerdon Mubazir

Sumarno berharap talut lekas diperbaiki. Dia khawatir bencana serupa bakal terulang. Terlebih kondisi talut cukup curam, disokong kucuran genting di atas talut yang persis menerpa tanah batas tersebut. ‘’Saya berharap ada talang di atas bangunan sekolah itu supaya airnya nggak langsung kena talut,’’ pintanya.

Wakil Kepala (Waka) SMPN 2 Bandar Indah Arizani telah melaporkan kerusakan talut ke Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan. Pascainsiden, gedung serbaguna di sekolah tersebut terpaksa dikosongkan sementara. ‘”Tidak ada kelas yang terdampak. Anak-anak kami imbau tidak mendekat,’’ tuturnya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Talut di dekat SMPN 2 Bandar ambrol. Sekat penahan tebing di belakang sekolah itu runtuh usai diguyur hujan deras, Minggu (14/8). Bahkan, material tanah dan sisa tembok nyaris menimbun kediaman warga di sekitarnya.

Sumarno, pemilik rumah di dekat sekolah, mengatakan bahwa robohnya talut sepanjang 30 meter yang berada di atas kediamannya itu terjadi sekitar pukul 15.00. Tak ada tanda-tanda sebelumnya. Tiba-tiba saja, tanah di bawah tembok longsor dan membuat tembok di atasnya ikutan ambrol.

Beruntung, meski hanya berjarak 3 meter dari lokasi kejadian, namun material bangunan rumah di Petungsinarang, Bandar, itu tidak rusak. ‘’Suaranya seperti truk ambruk, untungnya hanya kena sedikit rumah. Kalau yang ambrol temboknya dulu, mungkin lain ceritanya,’’ terang Sumarno.

Baca Juga :  Terdakwa Kasus Pembunuhan di Pacitan Menangis Minta Maaf di Persidangan

Sumarno berharap talut lekas diperbaiki. Dia khawatir bencana serupa bakal terulang. Terlebih kondisi talut cukup curam, disokong kucuran genting di atas talut yang persis menerpa tanah batas tersebut. ‘’Saya berharap ada talang di atas bangunan sekolah itu supaya airnya nggak langsung kena talut,’’ pintanya.

Wakil Kepala (Waka) SMPN 2 Bandar Indah Arizani telah melaporkan kerusakan talut ke Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan. Pascainsiden, gedung serbaguna di sekolah tersebut terpaksa dikosongkan sementara. ‘”Tidak ada kelas yang terdampak. Anak-anak kami imbau tidak mendekat,’’ tuturnya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/