alexametrics
23.7 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

SPBU Bambang-Ani Dieksekusi

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Puluhan polisi dan  TNI mengawal petugas Pengadilan Negeri (PN) Pacitan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Desa Sidomulyo, Ngadirojo, Pacitan, Kamis (16/1). Mereka mengeksekusi lahan seluas 2.588 meter persegi yang di atasnya terdapat SPBU setengah jadi itu.

Lahan di pinggir Jalan Lintas Selatan (JLS) itu dijadikan agunan utang. Namun, lantaran tak bisa membayar, pihak bank melelangnya. ‘’Eksekusi kami laksanakan berdasarkan permohonan pemohon karena sudah memenangkan lelang,’’ kata Ketua PN Pacitan Yogi Arsono.

Sebelum dikosongan, pihaknya telah menyampaikan teguran pengosongan (aanmaning) kepada Bambang Wijanarko dan Ani Wahyuni selaku pemiliknya. Keduanya diberi waktu delapan hari untuk menyerahkan sukarela kepada pihak pemohon.

Namun, hingga batas waktu yang ditentukan tak ada tindak lanjut dari pemiliknya. Sehingga, pihaknya mengeksekusi lahan di seberang Pantai Soge tersebut. ‘’Kami sudah cek kelengkapan berkas permohonan eksekusi. Sudah lengkap. Termasuk risalah lelang, sertifikat, dan sebagainya,’’ ungkap Yogi.

Sejatinya, PN mengundang pihak pemilik, namun mereka tak hadir dalam eksekusi tersebut. Namun, menurut Yogi, pihak Ani dan Bambang mengajukan perlawanan penetapan eksekusi kepada pihaknya. Artinya, mereka tak terima lahan dan bangunan senilai Rp 2,5 milliar tersebut dilelang. ‘’Yang jelas, saat ini pihak termohon mengajukan perlawanan. Itu hak mereka, kami persilakan,’’ imbuh Yogi.

Baca Juga :  Usulan Pemkab Pacitan Soal Proyek Bandara Perintis Tunggu Kajian Pusat

Sementara Basuki Nugroho selaku pihak pemenang lelang menyatakan bakal mengikuti segala proses hukum. Berdasarkan proses lelang dan surat kepemilikan saat ini, dia optimistis lahan dan bangunan itu sah jadi miliknya. ‘’Secara legalitas dan sertifikat sudah milik saya, makanya saya ajukan eksekusi pengosongan,’’ ujar  Basuki.

Basuki bakal melanjutkan pembangunan SPBU tersebut. Sebab, banyak yang mengharapkan SPBU yang dibangun sejak 2014 itu rampung. Tentu saja, setelah perizinan dan dokumen yang dibutuhkan diurusnya. ‘’Kalau soal pemilik sebelumnya nggak datang, itu sudah ada undangan. Itu hak mereka,’’ katanya.

Meski berjalan kondusif, puluhan personel gabungan polisi dan TNI disiagakan di tempat tersebut. Termasuk beberapa polwan. Pun mobil ambulans disiagakan. Total 96 personel gabungan diterjunkan. ‘’Pelaksanaan eksekusi aman terkendali tidak ada perlawanan,’’ jelas Kabagops Polres Pacitan AKP Sukoco. (gen/c1/sat)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Puluhan polisi dan  TNI mengawal petugas Pengadilan Negeri (PN) Pacitan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Desa Sidomulyo, Ngadirojo, Pacitan, Kamis (16/1). Mereka mengeksekusi lahan seluas 2.588 meter persegi yang di atasnya terdapat SPBU setengah jadi itu.

Lahan di pinggir Jalan Lintas Selatan (JLS) itu dijadikan agunan utang. Namun, lantaran tak bisa membayar, pihak bank melelangnya. ‘’Eksekusi kami laksanakan berdasarkan permohonan pemohon karena sudah memenangkan lelang,’’ kata Ketua PN Pacitan Yogi Arsono.

Sebelum dikosongan, pihaknya telah menyampaikan teguran pengosongan (aanmaning) kepada Bambang Wijanarko dan Ani Wahyuni selaku pemiliknya. Keduanya diberi waktu delapan hari untuk menyerahkan sukarela kepada pihak pemohon.

Namun, hingga batas waktu yang ditentukan tak ada tindak lanjut dari pemiliknya. Sehingga, pihaknya mengeksekusi lahan di seberang Pantai Soge tersebut. ‘’Kami sudah cek kelengkapan berkas permohonan eksekusi. Sudah lengkap. Termasuk risalah lelang, sertifikat, dan sebagainya,’’ ungkap Yogi.

Sejatinya, PN mengundang pihak pemilik, namun mereka tak hadir dalam eksekusi tersebut. Namun, menurut Yogi, pihak Ani dan Bambang mengajukan perlawanan penetapan eksekusi kepada pihaknya. Artinya, mereka tak terima lahan dan bangunan senilai Rp 2,5 milliar tersebut dilelang. ‘’Yang jelas, saat ini pihak termohon mengajukan perlawanan. Itu hak mereka, kami persilakan,’’ imbuh Yogi.

Baca Juga :  Pancer Door Masih Sepi Wisawatan

Sementara Basuki Nugroho selaku pihak pemenang lelang menyatakan bakal mengikuti segala proses hukum. Berdasarkan proses lelang dan surat kepemilikan saat ini, dia optimistis lahan dan bangunan itu sah jadi miliknya. ‘’Secara legalitas dan sertifikat sudah milik saya, makanya saya ajukan eksekusi pengosongan,’’ ujar  Basuki.

Basuki bakal melanjutkan pembangunan SPBU tersebut. Sebab, banyak yang mengharapkan SPBU yang dibangun sejak 2014 itu rampung. Tentu saja, setelah perizinan dan dokumen yang dibutuhkan diurusnya. ‘’Kalau soal pemilik sebelumnya nggak datang, itu sudah ada undangan. Itu hak mereka,’’ katanya.

Meski berjalan kondusif, puluhan personel gabungan polisi dan TNI disiagakan di tempat tersebut. Termasuk beberapa polwan. Pun mobil ambulans disiagakan. Total 96 personel gabungan diterjunkan. ‘’Pelaksanaan eksekusi aman terkendali tidak ada perlawanan,’’ jelas Kabagops Polres Pacitan AKP Sukoco. (gen/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/