alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, July 2, 2022

109 Sekolah di Pacitan Hanya Dinakhodai Pelaksana Tugas

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Dunia pendidikan di Pacitan tengah mengalami problem krusial. Selain dibayangi banyaknya siswa putus sekolah, 109 satuan pendidikan juga belum dinakhodai kepala sekolah (Kasek) definitif.

Dinas pendidikan (dindik) mencatat, 100 SD dan 9 SMP saat ini hanya dipimpin pelaksana tugas (Plt) Kasek. Jabatan ganda itu dialami sekolah pinggiran maupun perkotaan. ‘’Dampaknya luas. Sekolah yang tidak ada Kaseknya akan semakin tertinggal,’’ kata Kadindik Pacitan Budiyanto, Selasa (17/5).

Dindik telah melakukan ‘’sayembara’’ demi mengisi kekosongan seratusan Kasek tersebut. Mengajak guru senior agar sudi mengikuti diklat Kasek demi memenuhi persyaratan. Mereka juga harus sudi diturunkan tingkat jabatannya dari eselon III-C menjadi III-D. Di samping memiliki masa jabatan lebih dari empat tahun sebelum pensiun. ‘’Mencari figur pemimpin tidak mudah. Kami sempat tawarkan ke daerah lain tapi responsnya tak seramai yang diharapkan,’’ ungkap mantan inspektur Inspektorat itu.

Baca Juga :  Warga Pacitan Mulai Disuntik Vaksin Dosis Ketiga Hari Ini

Dindik tengah menggenjot kaderisasi guru lokal. Guna memastikan setiap sekolah kelak memiliki calon pemimpin yang mumpuni. Sekaligus menambal kebutuhan pegawai yang hampir pensiun setiap tahunnya. ‘’Kami terus berupaya memaksimalkan potensi satuan pendidikan kita,’’ tuturnya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Dunia pendidikan di Pacitan tengah mengalami problem krusial. Selain dibayangi banyaknya siswa putus sekolah, 109 satuan pendidikan juga belum dinakhodai kepala sekolah (Kasek) definitif.

Dinas pendidikan (dindik) mencatat, 100 SD dan 9 SMP saat ini hanya dipimpin pelaksana tugas (Plt) Kasek. Jabatan ganda itu dialami sekolah pinggiran maupun perkotaan. ‘’Dampaknya luas. Sekolah yang tidak ada Kaseknya akan semakin tertinggal,’’ kata Kadindik Pacitan Budiyanto, Selasa (17/5).

Dindik telah melakukan ‘’sayembara’’ demi mengisi kekosongan seratusan Kasek tersebut. Mengajak guru senior agar sudi mengikuti diklat Kasek demi memenuhi persyaratan. Mereka juga harus sudi diturunkan tingkat jabatannya dari eselon III-C menjadi III-D. Di samping memiliki masa jabatan lebih dari empat tahun sebelum pensiun. ‘’Mencari figur pemimpin tidak mudah. Kami sempat tawarkan ke daerah lain tapi responsnya tak seramai yang diharapkan,’’ ungkap mantan inspektur Inspektorat itu.

Baca Juga :  Kadispora Kota Surabaya Afghani Wardana Macung Pilkada Pacitan 2020

Dindik tengah menggenjot kaderisasi guru lokal. Guna memastikan setiap sekolah kelak memiliki calon pemimpin yang mumpuni. Sekaligus menambal kebutuhan pegawai yang hampir pensiun setiap tahunnya. ‘’Kami terus berupaya memaksimalkan potensi satuan pendidikan kita,’’ tuturnya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/