alexametrics
23.9 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Pemkab Pacitan Kembalikan Fungsi Jembatan Mlati

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kerusakan jembatan di Desa Mlati, Arjosari, mulai mendapatkan penanganan darurat. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan mendatangkan ekskavator, boiler, serta material pasir dan batu untuk menimbun cekungan tanah di sekitar tanggul jembatan yang ambrol tersebut.

Kepala DPUPR Pacitan Suparlan mengupayakan perbaikan darurat jembatan penghubung tiga desa di Kecamatan Arjosari itu lekas direkonstruksi. Minimal, jembatan alternatif Desa Mlati ke Gayuhan dan Sedayu itu bisa kembali difungsikan pejalan kaki maupun kendaraan roda dua. ‘’Bupati menginstruksikan agar kerusakan infrastruktur akibat bencana alam lekas mendapatkan penanganan,’’ ujarnya.

Suparlan menyebutkan, rusaknya sayap jembatan merupakan masalah klasik. Struktur fondasinya rentan tergerus (scouring) aliran sungai. Baik di Mlati maupun jembatan lainnya. ‘’Perbaikan permanennya tidak menghabiskan banyak dana. Pihak desa cukup menganggarkan sekitar Rp 100 juta,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pemeliharaan 3.400 PJU di Pacitan Di-cover Rp 400 Juta

Sempat direncanakan pembangunan jembatan baru di seputaran kawasan tersebut. Namun, keterbatasan anggaran membuat rencana itu kalah prioritas dengan pekerjaan lain. Di Pacitan, masih banyak jembatan rusak ataupun setengah jadi. Sementara, jembatan di Desa Mlati masih layak untuk dimanfaatkan. ‘’Saya sempat berkeliling Mlati, sebenarnya masyarakatnya cukup banyak. Tapi, kami terbatas anggaran kalau harus membangun jembatan baru,’’ tuturnya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kerusakan jembatan di Desa Mlati, Arjosari, mulai mendapatkan penanganan darurat. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan mendatangkan ekskavator, boiler, serta material pasir dan batu untuk menimbun cekungan tanah di sekitar tanggul jembatan yang ambrol tersebut.

Kepala DPUPR Pacitan Suparlan mengupayakan perbaikan darurat jembatan penghubung tiga desa di Kecamatan Arjosari itu lekas direkonstruksi. Minimal, jembatan alternatif Desa Mlati ke Gayuhan dan Sedayu itu bisa kembali difungsikan pejalan kaki maupun kendaraan roda dua. ‘’Bupati menginstruksikan agar kerusakan infrastruktur akibat bencana alam lekas mendapatkan penanganan,’’ ujarnya.

Suparlan menyebutkan, rusaknya sayap jembatan merupakan masalah klasik. Struktur fondasinya rentan tergerus (scouring) aliran sungai. Baik di Mlati maupun jembatan lainnya. ‘’Perbaikan permanennya tidak menghabiskan banyak dana. Pihak desa cukup menganggarkan sekitar Rp 100 juta,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pemeliharaan 3.400 PJU di Pacitan Di-cover Rp 400 Juta

Sempat direncanakan pembangunan jembatan baru di seputaran kawasan tersebut. Namun, keterbatasan anggaran membuat rencana itu kalah prioritas dengan pekerjaan lain. Di Pacitan, masih banyak jembatan rusak ataupun setengah jadi. Sementara, jembatan di Desa Mlati masih layak untuk dimanfaatkan. ‘’Saya sempat berkeliling Mlati, sebenarnya masyarakatnya cukup banyak. Tapi, kami terbatas anggaran kalau harus membangun jembatan baru,’’ tuturnya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/