alexametrics
24.2 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Wacana Transisi Pandemi ke Endemi, Dewan Minta Pemkab Pacitan Genjot Vaksinasi

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Wakil rakyat mewanti-wanti pemkab agar mempersiapkan betul transisi pandemi menuju endemi. Wacana yang tengah dirumuskan pemerintah pusat itu harus disambut dengan persiapan sematang-matangnya.

Komisi II DPRD Pacitan Rudi Handoko meminta kesiapan serta optimalisasi di dunia kesehatan. Jangan sampai jika kelak kebijakan itu direalisasi justru memicu euforia berlebihan. Sebab, peralihan status epidemiologi itu sebatas penurunan status. Bukan berarti virus yang meneror dua tahun lewat ini hilang. ‘’Tidak bisa kalau (aktivitas sosial, Red) sekadar dikendurkan. Harus ada upaya konkret ke depannya seperti apa,’’ ujarnya, Jumat (18/3).

Rudi tak ingin sikap acuh tak acuh pemkab justru jadi simalakama. Sehingga berpotensi memunculkan ledakan kasus di kemudian hari. Belakangan, usai Omicron terbit Deltacron. Varian paling baru dari Covid-19 yang patut diwaspadai. ‘’Berbagai upaya pencegahan harus tetap dijalankan,’’ desaknya.

Baca Juga :  Pencairan BLT DD Magetan Tembus Rp 16 Miliar

Rudi sepakat dengan dinkes yang ingin tetap berlari kencang mengejar percepatan vaksinasi. Baginya, cara itu menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan demi meningkatkan kekebalan kelompok. Di Pacitan, masih tersisa ribuan warga belum terjatah suntikan antibodi. Belum lagi booster dosis ketiga yang tak kunjung laku sampai saat ini.

‘’Tiga hari ini kami pantau terus progres vaksinasinya. Ada dua ribuan dosis yang disebar. Kalau sampai tidak habis, akan kami telusuri di mana pokok permasalahannya,’’ janjinya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Wakil rakyat mewanti-wanti pemkab agar mempersiapkan betul transisi pandemi menuju endemi. Wacana yang tengah dirumuskan pemerintah pusat itu harus disambut dengan persiapan sematang-matangnya.

Komisi II DPRD Pacitan Rudi Handoko meminta kesiapan serta optimalisasi di dunia kesehatan. Jangan sampai jika kelak kebijakan itu direalisasi justru memicu euforia berlebihan. Sebab, peralihan status epidemiologi itu sebatas penurunan status. Bukan berarti virus yang meneror dua tahun lewat ini hilang. ‘’Tidak bisa kalau (aktivitas sosial, Red) sekadar dikendurkan. Harus ada upaya konkret ke depannya seperti apa,’’ ujarnya, Jumat (18/3).

Rudi tak ingin sikap acuh tak acuh pemkab justru jadi simalakama. Sehingga berpotensi memunculkan ledakan kasus di kemudian hari. Belakangan, usai Omicron terbit Deltacron. Varian paling baru dari Covid-19 yang patut diwaspadai. ‘’Berbagai upaya pencegahan harus tetap dijalankan,’’ desaknya.

Baca Juga :  Mudik Dilarang, Wisata Dibuka?

Rudi sepakat dengan dinkes yang ingin tetap berlari kencang mengejar percepatan vaksinasi. Baginya, cara itu menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan demi meningkatkan kekebalan kelompok. Di Pacitan, masih tersisa ribuan warga belum terjatah suntikan antibodi. Belum lagi booster dosis ketiga yang tak kunjung laku sampai saat ini.

‘’Tiga hari ini kami pantau terus progres vaksinasinya. Ada dua ribuan dosis yang disebar. Kalau sampai tidak habis, akan kami telusuri di mana pokok permasalahannya,’’ janjinya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/