alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, July 2, 2022

Cegah PMK Mewabah di Pacitan, Bupati Tutup Jalur Distribusi Sapi Antarprovinsi

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Persebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) sapi di Jatim dan Jateng semakin masif. Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji khawatir virus yang kembali muncul di Indonesia itu lambat laun menyerang hewan ternak di Pacitan. Menimbang persebarannya kini sudah merambah kabupaten tetangga di Madiun Raya.

Aji, sapaan Indrata Nur Bayuaji, memastikan berbagai pencegahan telah dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan. Sementara waktu ini, peternak dan pedagang sapi diimbau tak mendatangkan sapi dari zona merah PMK. Pengawasan di wilayah perbatasan diperketat. ‘’Perlu andil dari peternak untuk mendukung pencegahan ini,’’ ujarnya, Rabu (18/5).

Wabah PMK dikhawatirkan bakal berimplikasi buruk terhadap sektor peternakan dan perdagangan hewan di Pacitan. Jika situasi ini tak lekas dikendalikan, bakal memperburuk tren penjualan sapi menjelang Idul Adha. Pun, mengganggu produktivitas susu sapi di sejumlah kecamatan yang selama ini menjadi basis populasi. ‘’Dampaknya tentu besar bagi ekonomi. Apalagi daerah kita juga termasuk penghasil susu dan ternak sapi yang cukup besar,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Banyak Wisatawan Terpesona Keindahan Pantai Watu Bale, Pacitan

Aji berharap masyarakat lekas melaporkan bila ada temuan sapi yang terindikasi PMK. Mencegah terjadinya outbreak penularan virus. Sekaligus menjaga kualitas peternakan sapi dari daerah ini. ‘’Kita harus cegah penyakit ini masuk ke Pacitan, apalagi sebentar lagi Idul Adha,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Persebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) sapi di Jatim dan Jateng semakin masif. Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji khawatir virus yang kembali muncul di Indonesia itu lambat laun menyerang hewan ternak di Pacitan. Menimbang persebarannya kini sudah merambah kabupaten tetangga di Madiun Raya.

Aji, sapaan Indrata Nur Bayuaji, memastikan berbagai pencegahan telah dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan. Sementara waktu ini, peternak dan pedagang sapi diimbau tak mendatangkan sapi dari zona merah PMK. Pengawasan di wilayah perbatasan diperketat. ‘’Perlu andil dari peternak untuk mendukung pencegahan ini,’’ ujarnya, Rabu (18/5).

Wabah PMK dikhawatirkan bakal berimplikasi buruk terhadap sektor peternakan dan perdagangan hewan di Pacitan. Jika situasi ini tak lekas dikendalikan, bakal memperburuk tren penjualan sapi menjelang Idul Adha. Pun, mengganggu produktivitas susu sapi di sejumlah kecamatan yang selama ini menjadi basis populasi. ‘’Dampaknya tentu besar bagi ekonomi. Apalagi daerah kita juga termasuk penghasil susu dan ternak sapi yang cukup besar,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Pacitan Diperbolehkan Tarik Gerbong Mutasi

Aji berharap masyarakat lekas melaporkan bila ada temuan sapi yang terindikasi PMK. Mencegah terjadinya outbreak penularan virus. Sekaligus menjaga kualitas peternakan sapi dari daerah ini. ‘’Kita harus cegah penyakit ini masuk ke Pacitan, apalagi sebentar lagi Idul Adha,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/