alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, July 2, 2022

Dewan Sebut Sudah Waktunya Pilkades Pacitan Digelar E-Voting

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Keinginan Pemkab Pacitan memodernisasi pemilihan kepala desa (pilkades) tak bertepuk sebelah tangan. DPRD Pacitan mendukung penuh kebijakan yang pro perkembangan zaman tersebut.

Ketua Komisi I DPRD Pacitan Heru Setyanto mengatakan, pilkades lewat e-voting bukan hal baru bagi demokrasi Indonesia. Beberapa daerah mulai menerapkan kebijakan tersebut demi mengikuti perkembangan zaman. Dewan juga telah beberapa kali menjajaki wacana pilkades e-voting tersebut. Sekaligus studi banding ke beberapa kabupaten yang terlebih dahulu menggelarnya. ‘’Kami sudah rencanakan itu (e-voting, Red). Segera kami usulkan untuk diterapkan, saat ini masih kami kaji dan analisis dulu,’’ ujarnya.

Disinggung kesiapan masyarakat dalam menerima pembaruan demokrasi itu, Heru menilai butuh sosialisasi masif dan pemahaman di wilayah. Bukan perkara gampang mengubah proses pemilihan dari konvensional menjadi modern. Namun, bila telah diterapkan, keberadaannya bakal mudah diterima masyarakat. Terlebih, proses pemilihannya menggunakan alat khusus yang mudah dioperasikan. ‘’Hemat biaya dan pelaksanaannya lebih transparan sehingga dapat menekan potensi kecurangan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Salto Berujung Petaka, Remaja Tewas Terbentur Batu

Heru berencana mengundang forum komunikasi kepala desa (FKKD) dan DPMD Pacitan demi memantapkan kesiapan pemberlakuan e-voting. Terlebih, 2023 mendatang Pacitan bakal menggelar pilkades serentak. Selain sosialisasi, kiranya butuh pilot project sebelum e-voting diterapkan massal. ‘’Persiapan harus dimatangkan. Jangan setengah-setengah,’’ tuturnya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Keinginan Pemkab Pacitan memodernisasi pemilihan kepala desa (pilkades) tak bertepuk sebelah tangan. DPRD Pacitan mendukung penuh kebijakan yang pro perkembangan zaman tersebut.

Ketua Komisi I DPRD Pacitan Heru Setyanto mengatakan, pilkades lewat e-voting bukan hal baru bagi demokrasi Indonesia. Beberapa daerah mulai menerapkan kebijakan tersebut demi mengikuti perkembangan zaman. Dewan juga telah beberapa kali menjajaki wacana pilkades e-voting tersebut. Sekaligus studi banding ke beberapa kabupaten yang terlebih dahulu menggelarnya. ‘’Kami sudah rencanakan itu (e-voting, Red). Segera kami usulkan untuk diterapkan, saat ini masih kami kaji dan analisis dulu,’’ ujarnya.

Disinggung kesiapan masyarakat dalam menerima pembaruan demokrasi itu, Heru menilai butuh sosialisasi masif dan pemahaman di wilayah. Bukan perkara gampang mengubah proses pemilihan dari konvensional menjadi modern. Namun, bila telah diterapkan, keberadaannya bakal mudah diterima masyarakat. Terlebih, proses pemilihannya menggunakan alat khusus yang mudah dioperasikan. ‘’Hemat biaya dan pelaksanaannya lebih transparan sehingga dapat menekan potensi kecurangan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Lima Bulan Ada 471 Janda Baru

Heru berencana mengundang forum komunikasi kepala desa (FKKD) dan DPMD Pacitan demi memantapkan kesiapan pemberlakuan e-voting. Terlebih, 2023 mendatang Pacitan bakal menggelar pilkades serentak. Selain sosialisasi, kiranya butuh pilot project sebelum e-voting diterapkan massal. ‘’Persiapan harus dimatangkan. Jangan setengah-setengah,’’ tuturnya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/