alexametrics
23.9 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Urusan Sampah Butuh Rp 3,5 Miliar

PACITAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pacitan berencana menambah sel penampungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Dadapan yang telah overload. Anggaran Rp 3,5 miliar pun telah disiapkan. ‘’Pasca bencana banjir 2017 lalu, volume sampah membeludak. Sehingga sel lama overload.’’ Kata Kepala DLH Pacitan Edi Junan Ahmadi Senin (17/6).

Hanya sel baru tersebut belum bisa dimanfaatkan tahun ini. Pasalnya masih tahap penyiapan lahan dan pembuatan jalan. Sedangkan penyempurnaannya tahun berikutnya. Penambahan sel aktif tersebut dilakukan dengan memasang biotekstil di atas lahan TPA yang belum digunakan. Pun pemasangan saluran rembesan lindi menuju instalasi pengolahan air limbah (IPAL). ‘’Nanti sekalian membuat pengolahannya (IPAL),’’ ujarnya.

Sel penampungan sampah baru itu tidak jauh dari pintu masuk TPA Dadapan. Tepatnya di sisi kanan jembatan timbang. Luasnya sekitar 0,6 hektare yang diperkirakan mampu menampung sampah hingga 10 tahun ke depan. Menurut Junan, sebenarnya sel lama memiliki daya dan masa tampung yang sama. Hanya, musibah banjir membuat daya tampung sel lama terisi hanya dalam lima tahun. ‘’Tinggal tahun depan. Setelah itu tidak bisa ditoleransi lagi,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Terdakwa Kasus Pembunuhan Patok Kowang Didakwa Penjara Seumur Hidup

Rencana penambahan sel tersebut sudah disodorkan ke unit kerja pengadaan barang dan jasa (UKBPJ) untuk dilelang. Jika prosesnya lancar, sekitar dua bulan mendatang pekerjaan bisa segara dimulai. Dia menargetkan persiapan penambahan sel tahap pertama rampung Oktober atau November mendatang. ‘’Tahun depan tinggal disempurnakan,’’ harapnya.

Junan menyebut pembangunan TPA Dadapan sudah digelontor anggaran Rp 22 miliar. Pada 2014 lalu telah menyedot Rp 18 miliar untuk pembebasan lahan, pembangunan awal dan lainnya untuk pembangunan alas, talud, pagar serta instalasi IPAL. ‘’Anggaran Rp 22 miliar itu dari pemerintah pusat,’’ bebernya. (odi/sat)

PACITAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pacitan berencana menambah sel penampungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Dadapan yang telah overload. Anggaran Rp 3,5 miliar pun telah disiapkan. ‘’Pasca bencana banjir 2017 lalu, volume sampah membeludak. Sehingga sel lama overload.’’ Kata Kepala DLH Pacitan Edi Junan Ahmadi Senin (17/6).

Hanya sel baru tersebut belum bisa dimanfaatkan tahun ini. Pasalnya masih tahap penyiapan lahan dan pembuatan jalan. Sedangkan penyempurnaannya tahun berikutnya. Penambahan sel aktif tersebut dilakukan dengan memasang biotekstil di atas lahan TPA yang belum digunakan. Pun pemasangan saluran rembesan lindi menuju instalasi pengolahan air limbah (IPAL). ‘’Nanti sekalian membuat pengolahannya (IPAL),’’ ujarnya.

Sel penampungan sampah baru itu tidak jauh dari pintu masuk TPA Dadapan. Tepatnya di sisi kanan jembatan timbang. Luasnya sekitar 0,6 hektare yang diperkirakan mampu menampung sampah hingga 10 tahun ke depan. Menurut Junan, sebenarnya sel lama memiliki daya dan masa tampung yang sama. Hanya, musibah banjir membuat daya tampung sel lama terisi hanya dalam lima tahun. ‘’Tinggal tahun depan. Setelah itu tidak bisa ditoleransi lagi,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Puluhan Kambing di Tiga Desa Tewas Misterius

Rencana penambahan sel tersebut sudah disodorkan ke unit kerja pengadaan barang dan jasa (UKBPJ) untuk dilelang. Jika prosesnya lancar, sekitar dua bulan mendatang pekerjaan bisa segara dimulai. Dia menargetkan persiapan penambahan sel tahap pertama rampung Oktober atau November mendatang. ‘’Tahun depan tinggal disempurnakan,’’ harapnya.

Junan menyebut pembangunan TPA Dadapan sudah digelontor anggaran Rp 22 miliar. Pada 2014 lalu telah menyedot Rp 18 miliar untuk pembebasan lahan, pembangunan awal dan lainnya untuk pembangunan alas, talud, pagar serta instalasi IPAL. ‘’Anggaran Rp 22 miliar itu dari pemerintah pusat,’’ bebernya. (odi/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/