alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Megahnya Kantor Desa Dadapan di Pacitan bak Istana Negara

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pacitan ternyata juga memiliki ’’istana negara’’. Tampak dari depan, kantor Desa Dadapan itu bak replika kantor kepresidenan. Gedung megah bercat putih pualam itu selalu membuat terpesona setiap mata wisatawan yang melintasi jalur protokol di depannya.

Kepala Desa Dadapan Ismono mengatakan, bangunan bermodelkan gedung negara mini itu digagas secara tak sengaja. Pembangunannya dimulai 2013 silam. Dua tahun pasca direnovasi, bangunan dan tanah di kompleks kantor pemdes itu terpangkas pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS).

Sementara gedungnya telanjur dibangun dengan fondasi tinggi sehingga membuat akses masuk menjadi curam. Tak ingin membahayakan masyarakat yang datang mengurus pelayanan, akhirnya dipermak dengan puluhan anak tangga selayaknya Istana Negara. ‘’Awalnya nggak ada rencana, tapi karena kondisi akhirnya jadi seperti ini,’’ terangnya.

Baca Juga :  Rapid Test Masal, 24 Warga Absen 

Bangunan megah itu pun menjadi ikon baru di Dadapan. Lokasinya yang berada persis di tepi JLS menarik banyak wisatawan untuk singgah. Bahkan, beberapa artis kerap mengunggah swafoto berlatar kantor desa itu di media sosialnya. ‘’Ada juga beberapa komunitas yang mampir karena balai desa ini berada di tepi jalan menuju Solo,’’ jelasnya sembari menyebut renovasi tak membutuhkan biaya banyak.

Ismono memastikan kantor desa tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Pelayanan kepada masyarakat desa setempat tetap menjadi yang utama. Adapun kini sering didatangi wisatawan, anggap saja itu bonusnya. ‘’Tentu kami bangga, ide kami bisa diterima masyarakat luas,’’ ucapnya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pacitan ternyata juga memiliki ’’istana negara’’. Tampak dari depan, kantor Desa Dadapan itu bak replika kantor kepresidenan. Gedung megah bercat putih pualam itu selalu membuat terpesona setiap mata wisatawan yang melintasi jalur protokol di depannya.

Kepala Desa Dadapan Ismono mengatakan, bangunan bermodelkan gedung negara mini itu digagas secara tak sengaja. Pembangunannya dimulai 2013 silam. Dua tahun pasca direnovasi, bangunan dan tanah di kompleks kantor pemdes itu terpangkas pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS).

Sementara gedungnya telanjur dibangun dengan fondasi tinggi sehingga membuat akses masuk menjadi curam. Tak ingin membahayakan masyarakat yang datang mengurus pelayanan, akhirnya dipermak dengan puluhan anak tangga selayaknya Istana Negara. ‘’Awalnya nggak ada rencana, tapi karena kondisi akhirnya jadi seperti ini,’’ terangnya.

Baca Juga :  BPN Pacitan Terbitkan 60 Sertipikat PLN

Bangunan megah itu pun menjadi ikon baru di Dadapan. Lokasinya yang berada persis di tepi JLS menarik banyak wisatawan untuk singgah. Bahkan, beberapa artis kerap mengunggah swafoto berlatar kantor desa itu di media sosialnya. ‘’Ada juga beberapa komunitas yang mampir karena balai desa ini berada di tepi jalan menuju Solo,’’ jelasnya sembari menyebut renovasi tak membutuhkan biaya banyak.

Ismono memastikan kantor desa tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Pelayanan kepada masyarakat desa setempat tetap menjadi yang utama. Adapun kini sering didatangi wisatawan, anggap saja itu bonusnya. ‘’Tentu kami bangga, ide kami bisa diterima masyarakat luas,’’ ucapnya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/