alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Pedagang Pasar Minulyo Rayakan Kemerdekaan Indonesia

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bendera merah putih berkibar gagah di tengah Pasar Minulyo, Baleharjo, Pacitan, kemarin (17/8). Para pedagang berdiri tegak mengelilingi bendera yang ditopang kayu seadanya tersebut. Tiga pedagang, juga dengan pakaian sederhana, bertindak sebagai pasukan pengibar bendera (paskibra).

Suasana mengharu biru ketika lagu Indonesia Raya dinyanyikan saat mengiringi pengibaran bendera. Tak sedikit pedagang yang menitikkan air mata. Tanpa seragam khusus, beragam pakaian yang dikenakan pedagang itu justru menggambarkan Bhinneka Tunggal Ika. ‘’Kami sengaja menggelar upacara bendera di tengah pasar agar semangat nasionalisme dan patriotisme para pedagang tergugah,’’ kata Ketua Paguyuban Nanang Ansori.

Meski dilakukan dengan minim persiapan, upacara bendera di kalangan pedagang itu berjalan lancar tanpa hambatan. Bahkan, ratusan pengunjung ikut bergabung dalam prosesi upacara hingga selesai. ‘’Tak ada seremonial khusus dan baris-berbaris selayaknya upacara bendera. Para pedagang cukup berdiri dari lapaknya masing-masing,’’ terangnya.

Baca Juga :  DBD Merebak, Relawan Fogging Sendiri

Gagasan menggelar upacara bendera muncul dari kalangan pedagang sendiri. Masukan itu lantas didiskusikan dengan paguyuban. Setelah bulat, barulah disampaikan kepada pihak Kelurahan Baleharjo sebagai pengampu wilayah. Gayung bersambut, pihak kelurahan memberikan dukungan penuh. Bahkan, lurah Baleharjo menyatakan kesediaan menjadi inspektur upacara. ‘’Kami harapkan tahun depan bisa lebih semarak,’’ tuturnya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bendera merah putih berkibar gagah di tengah Pasar Minulyo, Baleharjo, Pacitan, kemarin (17/8). Para pedagang berdiri tegak mengelilingi bendera yang ditopang kayu seadanya tersebut. Tiga pedagang, juga dengan pakaian sederhana, bertindak sebagai pasukan pengibar bendera (paskibra).

Suasana mengharu biru ketika lagu Indonesia Raya dinyanyikan saat mengiringi pengibaran bendera. Tak sedikit pedagang yang menitikkan air mata. Tanpa seragam khusus, beragam pakaian yang dikenakan pedagang itu justru menggambarkan Bhinneka Tunggal Ika. ‘’Kami sengaja menggelar upacara bendera di tengah pasar agar semangat nasionalisme dan patriotisme para pedagang tergugah,’’ kata Ketua Paguyuban Nanang Ansori.

Meski dilakukan dengan minim persiapan, upacara bendera di kalangan pedagang itu berjalan lancar tanpa hambatan. Bahkan, ratusan pengunjung ikut bergabung dalam prosesi upacara hingga selesai. ‘’Tak ada seremonial khusus dan baris-berbaris selayaknya upacara bendera. Para pedagang cukup berdiri dari lapaknya masing-masing,’’ terangnya.

Baca Juga :  Operasi Pasar Jilid Dua Obral 6.000 Liter Migor

Gagasan menggelar upacara bendera muncul dari kalangan pedagang sendiri. Masukan itu lantas didiskusikan dengan paguyuban. Setelah bulat, barulah disampaikan kepada pihak Kelurahan Baleharjo sebagai pengampu wilayah. Gayung bersambut, pihak kelurahan memberikan dukungan penuh. Bahkan, lurah Baleharjo menyatakan kesediaan menjadi inspektur upacara. ‘’Kami harapkan tahun depan bisa lebih semarak,’’ tuturnya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/