alexametrics
25.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Pacitan Belum Zero Kekerasan Seksual

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Merebaknya kasus kekerasan seksual jangan sampai terjadi di Pacitan. Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BKBPP P2) Pacitan memperketat pengawasan.

Kepala BKBPP P2 Pacitan Hendra Purwaka memastikan kekerasan seksual minim di Kota 1.001 Gua. Saban tahun kasusnya tak lebih dari satu-dua. Tahun ini turun hanya satu dari sebelumnya dua kasus. ‘’Laporan yang masuk minim, tapi kami tetap waspada,’’ ujarnya, Sabtu (18/12).

Hendra berharap kabupaten ini zero kekerasan seksual. Meski minim, kasus ini tak dapat dipandang sepele. Dia pun tak berharap kasus tersebut bak fenomena gunung es. Tenang di permukaan, bergejolak di kedalaman. ‘’Kami rutin menyebar petugas untuk mengedukasi seputar permasalahan keluarga. Kami juga berupaya meningkatkan kepedulian orang tua terhadap anak-anaknya,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Santri dan Nelayan Pacitan Iktikaf di Masjid Apung

Hendra mengungkapkan, hubungan anak dan orang tua belum sepenuhnya terbuka. Masih jarang anak perempuan yang bersedia curhat seputar kehidupan pribadinya. Penyebabnya malu atau tidak terbiasa. Remaja cenderung memilih curhat ke teman sebaya, meski terkadang tak mendapat solusi. ‘’Orang tua maupun anak semestinya terbuka dengan permasalahannya, termasuk soal asmara. Jangan biarkan ini menjadi tabu,’’ tegasnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Merebaknya kasus kekerasan seksual jangan sampai terjadi di Pacitan. Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BKBPP P2) Pacitan memperketat pengawasan.

Kepala BKBPP P2 Pacitan Hendra Purwaka memastikan kekerasan seksual minim di Kota 1.001 Gua. Saban tahun kasusnya tak lebih dari satu-dua. Tahun ini turun hanya satu dari sebelumnya dua kasus. ‘’Laporan yang masuk minim, tapi kami tetap waspada,’’ ujarnya, Sabtu (18/12).

Hendra berharap kabupaten ini zero kekerasan seksual. Meski minim, kasus ini tak dapat dipandang sepele. Dia pun tak berharap kasus tersebut bak fenomena gunung es. Tenang di permukaan, bergejolak di kedalaman. ‘’Kami rutin menyebar petugas untuk mengedukasi seputar permasalahan keluarga. Kami juga berupaya meningkatkan kepedulian orang tua terhadap anak-anaknya,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Terdakwa Pembunuhan Saudara Tiri di Pacitan Lolos Tuntutan Seumur Hidup

Hendra mengungkapkan, hubungan anak dan orang tua belum sepenuhnya terbuka. Masih jarang anak perempuan yang bersedia curhat seputar kehidupan pribadinya. Penyebabnya malu atau tidak terbiasa. Remaja cenderung memilih curhat ke teman sebaya, meski terkadang tak mendapat solusi. ‘’Orang tua maupun anak semestinya terbuka dengan permasalahannya, termasuk soal asmara. Jangan biarkan ini menjadi tabu,’’ tegasnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/