alexametrics
29.8 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Warisan Mbah Sutiman Layak Difestivalkan

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Enam dekade telah terlewati. Barangkali, kethek ogleng masih akan terus bertahan sampai tujuh generasi. Sebuah karya yang diciptakan dengan ketulusan dan kesungguhan akan selalu abadi di hati. Tugas generasi muda untuk melestarikannya.

Ketua Dewan Kesenian Pacitan Khoirul Amin berharap kepergian Mbah Sutiman tidak melunturkan semangat dunia pertunjukan seni tradisi. Sebaliknya, warisan mahakarya itu melecut seniman muda untuk mengembangkan dan memodifikasinya sesuai kebaruan zaman. Juga, masuk ke kurikulum muatan lokal sekolah-sekolah di Pacitan. ”Boleh dikembangkan tanpa mengurangi nilai dan pakemnya. Mbah Sutiman sendiri mendukungnya,’’ ungkap Khoirul, Rabu (19/1/2022).

Dia berharap pemkab ikut andil melestarikan warisan budaya tak benda yang ditetapkan HAKI 2019 silam itu. Selain mengenalkannya di lingkup pendidikan, kethek ogleng layak difestivalkan. ‘’Pak Bupati (Indrata Nur Bayuaji, Red) kemarin antusias dengan pengembangan ini. Semoga ke depan kethek ogleng semakin dikenal,” harapnya.

Baca Juga :  DPUPR Pacitan Kewalahan Angkut Material Banjir Batu di Karangrejo

Di Pacitan sudah terbentuk Paguyuban Seni Kethek Ogleng Condro Wanoro. Agar kearifan lokal ini lebih dikenal, pemkab perlu memikirkan dukungan dalam wujud bangunan ikonik. Seperti membangun patung seni kethek ogleng sebagai landmark daerah. ”Jika bupati ingin mengangkat kesenian ini lebih mendalam, bisa digali versi Pacitannya,” sarannya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Enam dekade telah terlewati. Barangkali, kethek ogleng masih akan terus bertahan sampai tujuh generasi. Sebuah karya yang diciptakan dengan ketulusan dan kesungguhan akan selalu abadi di hati. Tugas generasi muda untuk melestarikannya.

Ketua Dewan Kesenian Pacitan Khoirul Amin berharap kepergian Mbah Sutiman tidak melunturkan semangat dunia pertunjukan seni tradisi. Sebaliknya, warisan mahakarya itu melecut seniman muda untuk mengembangkan dan memodifikasinya sesuai kebaruan zaman. Juga, masuk ke kurikulum muatan lokal sekolah-sekolah di Pacitan. ”Boleh dikembangkan tanpa mengurangi nilai dan pakemnya. Mbah Sutiman sendiri mendukungnya,’’ ungkap Khoirul, Rabu (19/1/2022).

Dia berharap pemkab ikut andil melestarikan warisan budaya tak benda yang ditetapkan HAKI 2019 silam itu. Selain mengenalkannya di lingkup pendidikan, kethek ogleng layak difestivalkan. ‘’Pak Bupati (Indrata Nur Bayuaji, Red) kemarin antusias dengan pengembangan ini. Semoga ke depan kethek ogleng semakin dikenal,” harapnya.

Baca Juga :  Daftar Tunggu Sampai 33 Tahun tapi Animo Haji di Pacitan Tetap Tinggi

Di Pacitan sudah terbentuk Paguyuban Seni Kethek Ogleng Condro Wanoro. Agar kearifan lokal ini lebih dikenal, pemkab perlu memikirkan dukungan dalam wujud bangunan ikonik. Seperti membangun patung seni kethek ogleng sebagai landmark daerah. ”Jika bupati ingin mengangkat kesenian ini lebih mendalam, bisa digali versi Pacitannya,” sarannya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/