alexametrics
30.5 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

Subsidi Dicabut, Migor Tetap Langka di Pacitan

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pencabutan subsidi minyak goreng (migor) kemasan kian memperkeruh masalah. Pemerintah berharap pencabutan subsidi dapat berefek pada normalnya harga migor. Namun, faktanya komoditas tersebut malah raib. Baik di toko modern maupun pasar tradisional. ‘’Seharusnya stok aman karena suplai ke Pacitan naik,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Pacitan Sunaryo, Sabtu (19/3).

Kelangkaan migor dapat dijumpai di beberapa pasar. Salah satunya Pasar Arjowinangun. Aktivitas niaga terpantau cukup lengang kemarin (18/3) imbas raibnya migor kemasan maupun curah.

Sunaryo tak habis pikir mengenai kondisi tersebut. Padahal, ada kenaikan suplai migor di Pacitan berdasarkan data yang dia terima dari para distributor. Pun pemkab cukup sering menggelar operasi pasar khusus migor. Maka dari itu, stok seharusnya aman di pasaran. ‘’Tapi setidaknya sudah lebih stabil bila dibandingkan sebelumnya,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tiket Retribusi Masuk Gua Gong, Pacitan, Diusulkan Naik Tahun Depan

Menurut Sunaryo, pencabutan subsidi migor kemasan bakal mengembalikan mekanisme pasar. Harga komoditas tersebut akan menyesuaikan ketersediaan stok dan kebutuhan. Pun, bukan tidak mungkin harga migor kemasan di setiap tempat berbeda-beda.

Di sisi lain, migor curah menjadi sasaran subsidi berikutnya. Pemerintah mematok harga eceran tertinggi Rp 14 ribu per liter untuk migor curah. ‘’Kami tentu akan mengawasi perkembangannya,’’ tutur Sunaryo sembari menyebut migor kelapa bisa menjadi alternatif untuk mengatasi kelangkaan di pasaran. (gen/c1/naz/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pencabutan subsidi minyak goreng (migor) kemasan kian memperkeruh masalah. Pemerintah berharap pencabutan subsidi dapat berefek pada normalnya harga migor. Namun, faktanya komoditas tersebut malah raib. Baik di toko modern maupun pasar tradisional. ‘’Seharusnya stok aman karena suplai ke Pacitan naik,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Pacitan Sunaryo, Sabtu (19/3).

Kelangkaan migor dapat dijumpai di beberapa pasar. Salah satunya Pasar Arjowinangun. Aktivitas niaga terpantau cukup lengang kemarin (18/3) imbas raibnya migor kemasan maupun curah.

Sunaryo tak habis pikir mengenai kondisi tersebut. Padahal, ada kenaikan suplai migor di Pacitan berdasarkan data yang dia terima dari para distributor. Pun pemkab cukup sering menggelar operasi pasar khusus migor. Maka dari itu, stok seharusnya aman di pasaran. ‘’Tapi setidaknya sudah lebih stabil bila dibandingkan sebelumnya,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Mantan Sekda Pacitan Ikut Seleksi 42 Pelamar Lelang JPTP

Menurut Sunaryo, pencabutan subsidi migor kemasan bakal mengembalikan mekanisme pasar. Harga komoditas tersebut akan menyesuaikan ketersediaan stok dan kebutuhan. Pun, bukan tidak mungkin harga migor kemasan di setiap tempat berbeda-beda.

Di sisi lain, migor curah menjadi sasaran subsidi berikutnya. Pemerintah mematok harga eceran tertinggi Rp 14 ribu per liter untuk migor curah. ‘’Kami tentu akan mengawasi perkembangannya,’’ tutur Sunaryo sembari menyebut migor kelapa bisa menjadi alternatif untuk mengatasi kelangkaan di pasaran. (gen/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/