alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Banyak Kendala di Lapangan, Target Percepatan Vaksinasi di Pacitan Tak Tercapai

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Angan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mendongkrak progres antibodi Covid-19 lewat Pekan Vaksinasi mbleset. Ditarget mampu menambah 17 persen, nyatanya suntikan booster atau dosis ketiga hanya menjangkau 5 persen sasaran baru.

Kepala Dinkes Pacitan Hendra Purwaka mengatakan, saat ini capaian vaksin dosis ketiga menyentuh 23 persen. Naik 5 persen dari pekan sebelumnya hanya 18 persen. Meski cukup banyak, namun diakuinya angka itu jauh dari yang ditargetkan, yakni 45 persen. Padahal, dinkes telah membuka gerai di setiap puskesmas dan ruang publik. ‘’Cukup disayangkan target kami tidak tercapai, padahal langkah sosialisasi cukup intens,’’ katanya, Jumat (19/8).

Hendra menguraikan beberapa kendala yang membuat target vaksinasi mbleset. Seperti minimnya pemahanan masyarakat terkait pentingnya booster, kasus yang terus melandai, hingga pelonggaran protokol kesehatan belakangan. ‘’Parahnya, ada anggapan yang sudah pernah terpapar Covid-19 itu kebal. Teori ini belum terbukti dan terkonfirmasi kebenarannya,’’ ungkap Hendra.

Baca Juga :  Warga Karas Terdeteksi Masuk Klaster BNI 46 Madiun

Tak ingin kekebalan masyarakat Pacitan menurun, dinkes tetap berencana menggencarkan vaksinasi booster. Dengan mengoptimalkan pelayanan di setiap puskesmas dan terus mengintensifkan edukasi ke masyarakat.

Dinkes juga berencana menyurati pemerintah desa (pemdes) agar turut serta mengedukasi warganya. ‘’Sekarang ini booster jadi syarat perjalanan jauh. Jadi, kami harapkan pos-pos vaksin dimanfaatkan semaksimal mungkin,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin)

PROGRES VAKSINASI DI PACITAN
Dosis pertama : 88,66 persen
Dosis kedua : 81,61 persen
Dosis ketiga : 23,4 persen
Sasaran : 472.591 orang
KENDALA DI LAPANGAN
1. Pemahaman tentang pentingnya vaksinasi booster rendah.
2. Tren kasus Covid-19 yang terus melandai.
3. Banyak yang beranggapan sudah pernah terinfeksi Covid-19 menjadi kebal dengan sendirinya.
4. Imbas kebijakan kelonggaran protokol kesehatan belakangan.

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Angan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mendongkrak progres antibodi Covid-19 lewat Pekan Vaksinasi mbleset. Ditarget mampu menambah 17 persen, nyatanya suntikan booster atau dosis ketiga hanya menjangkau 5 persen sasaran baru.

Kepala Dinkes Pacitan Hendra Purwaka mengatakan, saat ini capaian vaksin dosis ketiga menyentuh 23 persen. Naik 5 persen dari pekan sebelumnya hanya 18 persen. Meski cukup banyak, namun diakuinya angka itu jauh dari yang ditargetkan, yakni 45 persen. Padahal, dinkes telah membuka gerai di setiap puskesmas dan ruang publik. ‘’Cukup disayangkan target kami tidak tercapai, padahal langkah sosialisasi cukup intens,’’ katanya, Jumat (19/8).

Hendra menguraikan beberapa kendala yang membuat target vaksinasi mbleset. Seperti minimnya pemahanan masyarakat terkait pentingnya booster, kasus yang terus melandai, hingga pelonggaran protokol kesehatan belakangan. ‘’Parahnya, ada anggapan yang sudah pernah terpapar Covid-19 itu kebal. Teori ini belum terbukti dan terkonfirmasi kebenarannya,’’ ungkap Hendra.

Baca Juga :  Rehab Sekolah, Pemkab Pacitan Pakai Dana Alokasi Khusus Rp 15 Miliar

Tak ingin kekebalan masyarakat Pacitan menurun, dinkes tetap berencana menggencarkan vaksinasi booster. Dengan mengoptimalkan pelayanan di setiap puskesmas dan terus mengintensifkan edukasi ke masyarakat.

Dinkes juga berencana menyurati pemerintah desa (pemdes) agar turut serta mengedukasi warganya. ‘’Sekarang ini booster jadi syarat perjalanan jauh. Jadi, kami harapkan pos-pos vaksin dimanfaatkan semaksimal mungkin,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin)

PROGRES VAKSINASI DI PACITAN
Dosis pertama : 88,66 persen
Dosis kedua : 81,61 persen
Dosis ketiga : 23,4 persen
Sasaran : 472.591 orang
KENDALA DI LAPANGAN
1. Pemahaman tentang pentingnya vaksinasi booster rendah.
2. Tren kasus Covid-19 yang terus melandai.
3. Banyak yang beranggapan sudah pernah terinfeksi Covid-19 menjadi kebal dengan sendirinya.
4. Imbas kebijakan kelonggaran protokol kesehatan belakangan.

Most Read

Artikel Terbaru

/