alexametrics
29.2 C
Madiun
Tuesday, May 17, 2022

Jatah Lima Pupuk Subsidi di Pacitan Dikurangi Sekitar 3 Ton

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Jatah pupuk subsidi diklaim aman. Meski tak sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK), kebutuhannya dinilai cukup dibanding dengan serapan di tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pamuji menyebut, total RDKK 2022 mencapai 94 ribu ton. Ada lima jenis pupuk subsidi yang mengalami penurunan sekitar 3 ton dari tahun sebelumnya. Untuk jenis lainnya tembus 42 ribu ton, naik dari tahun sebelumnya yang hanya 37 ribu ton setahun. ‘’Kalau kurang, nanti bisa kami ajukan lagi jika masih ada stoknya,’’ kata Pamuji.

Merujuk serapan di tahun lalu, dipastikan alokasi pupuk tahun ini jauh lebih banyak. Terlebih, jatah pupuk subsidi tahun lalu banyak yang menumpuk di gudang. Urea, misalnya, tahun ini digelontorkan 17 ribu ton. Sementara 2021 petani hanya sanggup menyerap hingga 9,6 ribu ton. SP-36 digelontor 4,2 ribu ton, padahal tahun lalu serapannya hanya 1,6 ribu ton. ‘’Tidak habisnya serapan di tahun lalu jadi pertimbangan distribusi tahun ini,” terangnya. (gen/c1/fin/her)

Baca Juga :  Cairkan THR Sepekan Jelang Lebaran, Nihil Perusahaan Ajukan Penangguhan

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Jatah pupuk subsidi diklaim aman. Meski tak sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK), kebutuhannya dinilai cukup dibanding dengan serapan di tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pamuji menyebut, total RDKK 2022 mencapai 94 ribu ton. Ada lima jenis pupuk subsidi yang mengalami penurunan sekitar 3 ton dari tahun sebelumnya. Untuk jenis lainnya tembus 42 ribu ton, naik dari tahun sebelumnya yang hanya 37 ribu ton setahun. ‘’Kalau kurang, nanti bisa kami ajukan lagi jika masih ada stoknya,’’ kata Pamuji.

Merujuk serapan di tahun lalu, dipastikan alokasi pupuk tahun ini jauh lebih banyak. Terlebih, jatah pupuk subsidi tahun lalu banyak yang menumpuk di gudang. Urea, misalnya, tahun ini digelontorkan 17 ribu ton. Sementara 2021 petani hanya sanggup menyerap hingga 9,6 ribu ton. SP-36 digelontor 4,2 ribu ton, padahal tahun lalu serapannya hanya 1,6 ribu ton. ‘’Tidak habisnya serapan di tahun lalu jadi pertimbangan distribusi tahun ini,” terangnya. (gen/c1/fin/her)

Baca Juga :  Stok Dosis Menipis, Vaksinasi Dikebut

Most Read

Artikel Terbaru

/