alexametrics
24.9 C
Madiun
Tuesday, July 5, 2022

Puluhan Formasi CPPPK Dipastikan Kosong

PACITAN – Kekhawatiran tidak terpenuhinya formasi calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (CPPPK) Pemkab Pacitan benar-benar terjadi. Dari 308 formasi yang dibuka, hanya diikuti 259 pendaftar. ‘’Masih ada kuota yang tidak terpenuhi sampai pendaftaran hari terakhir,’’ kata Plt Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan  dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Pacitan Sakundoko kemarin (19/2).

Dia menduga minimnya pendaftar lantaran banyak peminat PPPK yang tidak memenuhi syarat. Menurut dia, banyak tenaga honorer, khususnya guru, yang hanya berijazah diploma dua (D-2). Sedangkan syarat CPPPK minimal berijazah sarjana strata satu (S-1). ‘’Banyak yang tidak memenuhi syarat. Guru minimal harus S-1, ternyata teman-teman masih banyak yang D-2 PGSD,’’ ujarnya.

Sakundoko menyebut formasi yang kosong masih 49 orang. Sedangkan hasil verifikasi, dari 259 pendaftar tersebut dimungkinkan akan berkurang. Pasalnya, empat orang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Tiga di antaranya mengunggah ijazah D-2, sedangkan seorang lainnya berijazah sarjana pendidikan agama Islam (PAI) mendaftar CPPPK penyuluh pertanian. ‘’Sementara ini total 255 orang,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Bulan Depan Bupati Pacitan Boleh Gulirkan Mutasi

Untuk kuota formasi yang belum terisi, pihaknya masih menunggu instruksi pemerintah pusat. Baik dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) maupun Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB). ‘’Yang memenuhi syarat berhak mengikuti tes Sabtu nanti (23/2),’’ jelasnya.

Sakundoko pun belum membeber materi yang akan diujikan. Apakah sama dengan seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 lalu. Yakni, seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB). Sakundoko hanya mengungkap sistemnya computer assisted test (CAT). ‘’Pelaksanaannya di SMKN 1 Pacitan,’’ sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, penerimaan CPPPK Pemkab Pacitan telah dibuka. Formasi yang dibutuhkan 308, terdiri dari 252 tenaga guru dari tenaga honorer kategori dua (THK-2) dan 56 penyuluh pertanian. Pendaftaran dibuka lima hari,  13 hingga 17 Februari lalu. Formasi terancam tidak terpenuhi lantaran waktu pendaftaran singkat. Pun kondisi jaringan, khususnya di wilayah pinggiran, belum maksimal. Kondisi memburuk lantaran website untuk mendaftar sscasn.bkn.go.id sempat error. (odi/c1/sat)

PACITAN – Kekhawatiran tidak terpenuhinya formasi calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (CPPPK) Pemkab Pacitan benar-benar terjadi. Dari 308 formasi yang dibuka, hanya diikuti 259 pendaftar. ‘’Masih ada kuota yang tidak terpenuhi sampai pendaftaran hari terakhir,’’ kata Plt Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan  dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Pacitan Sakundoko kemarin (19/2).

Dia menduga minimnya pendaftar lantaran banyak peminat PPPK yang tidak memenuhi syarat. Menurut dia, banyak tenaga honorer, khususnya guru, yang hanya berijazah diploma dua (D-2). Sedangkan syarat CPPPK minimal berijazah sarjana strata satu (S-1). ‘’Banyak yang tidak memenuhi syarat. Guru minimal harus S-1, ternyata teman-teman masih banyak yang D-2 PGSD,’’ ujarnya.

Sakundoko menyebut formasi yang kosong masih 49 orang. Sedangkan hasil verifikasi, dari 259 pendaftar tersebut dimungkinkan akan berkurang. Pasalnya, empat orang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Tiga di antaranya mengunggah ijazah D-2, sedangkan seorang lainnya berijazah sarjana pendidikan agama Islam (PAI) mendaftar CPPPK penyuluh pertanian. ‘’Sementara ini total 255 orang,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Ditinggal Resepsi, Rumah Dilalap Api

Untuk kuota formasi yang belum terisi, pihaknya masih menunggu instruksi pemerintah pusat. Baik dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) maupun Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB). ‘’Yang memenuhi syarat berhak mengikuti tes Sabtu nanti (23/2),’’ jelasnya.

Sakundoko pun belum membeber materi yang akan diujikan. Apakah sama dengan seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 lalu. Yakni, seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB). Sakundoko hanya mengungkap sistemnya computer assisted test (CAT). ‘’Pelaksanaannya di SMKN 1 Pacitan,’’ sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, penerimaan CPPPK Pemkab Pacitan telah dibuka. Formasi yang dibutuhkan 308, terdiri dari 252 tenaga guru dari tenaga honorer kategori dua (THK-2) dan 56 penyuluh pertanian. Pendaftaran dibuka lima hari,  13 hingga 17 Februari lalu. Formasi terancam tidak terpenuhi lantaran waktu pendaftaran singkat. Pun kondisi jaringan, khususnya di wilayah pinggiran, belum maksimal. Kondisi memburuk lantaran website untuk mendaftar sscasn.bkn.go.id sempat error. (odi/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/