30.7 C
Madiun
Sunday, May 28, 2023

Dituntut Gercep, Bulog Prediksi Serapan Panen Tembus 300 Ton Sehari

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) terbaru untuk gabah dan beras bakal mendongkrak serapan untuk pengisian Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Mulai pekan ini, Bulog Ponorogo memprediksi kemampuan serapan dari 50 ton tembus 300 ton per hari.

Pimpinan Cabang (Pincab) Kantor Bulog Ponorogo Aan Sugiarto pemerintah pusat telah menetapkan harga pengadaan beras per 11 Maret lalu. Melalui Surat Keputusan (SK) Badan Pangan Nasional (Bapanas) 62/KS.03.03/K/3/2023 tentang Fleksibilitas Harga Gabah atau Beras dalam rangka Penyelenggaraan CBP. Sebelumnya, pengadaan merujuk Permendag 24/2020 tentang HPP untuk gabah atau beras.

Harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sebelumnya Rp 4.200 naik menjadi Rp 5.000 per kilogram. Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat penggilingan Rp 5.250 menjadi Rp 6.200 per kilogram, serta Rp 6.300 per kilogram di tingkat gudang Bulog. Sedangkan beras medium di gudang Bulog sebelumnya Rp 8.300 naik menjadi Rp 9.950 per kilogram. ‘’Harga terbaru ini menarik bagi pelaku usaha, petani, gapoktan, maupun penggilingan,’’ tuturnya.

Selama HPP lama diterapkan, Bulog telah menyerap 90 ton beras dari tiga wilayah kerjanya; Ponorogo, Magetan, dan Pacitan. Mulai pekan ini kemampuan serapan diprediksi meningkat. Selain karena HPP terbaru, hasil panen kali ini lebih melimpah. ‘’Minggu depan panen semakin banyak, biasanya puncaknya sampai 300 ton per hari,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Angka Kemiskinan di Pacitan Dua Terburuk Se-Bakorwil Madiun

Peningkatan serapan berkorelasi terhadap ketersediaan stok pangan daerah. Sekaligus menambah stok beras di gudang Bulog hingga 500 ton. Ketersediaan itu cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan hingga lebaran. Ketersediaan stok di gudang Bulog berandil besar terhadap stabilitas harga pangan di daerah.

Saat harga beras melambung tinggi, stok yang tersimpan dapat menjadi solusi bagi masyarakat untuk tetap mendapatkan bahan pangan murah. ‘’Karena itu kami gerak cepat melakukan serapan untuk menstabilkan harga sekaligus antisipasi ketika masa panen raya berakhir,’’ tegasnya.

Tahun ini, Bulog ditarget pengadaan 30 ribu ton beras. Realisasi hingga semester pertama mencapai 80 persen dari target yang ditetapkan. ‘’Kalau kemarin harga beras tinggi karena sempat defisit lama sampai Februari. Mudah-mudahan kali ini stok berlebih, surplus produksi bisa masuk ke Bulog,’’ pungkasnya. (kid/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) terbaru untuk gabah dan beras bakal mendongkrak serapan untuk pengisian Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Mulai pekan ini, Bulog Ponorogo memprediksi kemampuan serapan dari 50 ton tembus 300 ton per hari.

Pimpinan Cabang (Pincab) Kantor Bulog Ponorogo Aan Sugiarto pemerintah pusat telah menetapkan harga pengadaan beras per 11 Maret lalu. Melalui Surat Keputusan (SK) Badan Pangan Nasional (Bapanas) 62/KS.03.03/K/3/2023 tentang Fleksibilitas Harga Gabah atau Beras dalam rangka Penyelenggaraan CBP. Sebelumnya, pengadaan merujuk Permendag 24/2020 tentang HPP untuk gabah atau beras.

Harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sebelumnya Rp 4.200 naik menjadi Rp 5.000 per kilogram. Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat penggilingan Rp 5.250 menjadi Rp 6.200 per kilogram, serta Rp 6.300 per kilogram di tingkat gudang Bulog. Sedangkan beras medium di gudang Bulog sebelumnya Rp 8.300 naik menjadi Rp 9.950 per kilogram. ‘’Harga terbaru ini menarik bagi pelaku usaha, petani, gapoktan, maupun penggilingan,’’ tuturnya.

Selama HPP lama diterapkan, Bulog telah menyerap 90 ton beras dari tiga wilayah kerjanya; Ponorogo, Magetan, dan Pacitan. Mulai pekan ini kemampuan serapan diprediksi meningkat. Selain karena HPP terbaru, hasil panen kali ini lebih melimpah. ‘’Minggu depan panen semakin banyak, biasanya puncaknya sampai 300 ton per hari,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Produksi Padi Triwulan I Merosot

Peningkatan serapan berkorelasi terhadap ketersediaan stok pangan daerah. Sekaligus menambah stok beras di gudang Bulog hingga 500 ton. Ketersediaan itu cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan hingga lebaran. Ketersediaan stok di gudang Bulog berandil besar terhadap stabilitas harga pangan di daerah.

Saat harga beras melambung tinggi, stok yang tersimpan dapat menjadi solusi bagi masyarakat untuk tetap mendapatkan bahan pangan murah. ‘’Karena itu kami gerak cepat melakukan serapan untuk menstabilkan harga sekaligus antisipasi ketika masa panen raya berakhir,’’ tegasnya.

Tahun ini, Bulog ditarget pengadaan 30 ribu ton beras. Realisasi hingga semester pertama mencapai 80 persen dari target yang ditetapkan. ‘’Kalau kemarin harga beras tinggi karena sempat defisit lama sampai Februari. Mudah-mudahan kali ini stok berlebih, surplus produksi bisa masuk ke Bulog,’’ pungkasnya. (kid/fin)

Most Read

Artikel Terbaru