alexametrics
27.1 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Truk Crane Milik Dishub Pacitan Uzur

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Problem penerangan jalan umum (PJU) di Pacitan berkelindan. Tak hanya direpotkan banyaknya lampu padam, truk crane untuk menaik-turunkan petugas ketika melakukan perbaikan juga mendesak peremajaan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pacitan Wasi Prayitno mengatakan, sejak 2004 silam instansinya hanya memiliki satu unit crane. Satu-satunya armada itu telah beroperasi lebih dari 18 tahun terakhir. Bukan tua-tua keladi alias semakin tua semakin menjadi. Melainkan kondisinya uzur dan memprihatinkan. Tak kuat lagi melintasi tanjakan dan sering keluar-masuk bengkel. ‘’Ketika hendak melintasi Jalan Sedeng harus memutar,’’ ujarnya.

Dishub tak pernah tinggal diam. Pengajuan armada baru telah diusulkan sejak lima tahun terakhir. Namun, anggaran pengadaan yang tembus Rp 1,5 miliar itu sulit terkabulkan.

‘’Kami bisa memaksakan diri untuk membeli truk crane baru. Tapi, anggaran perbaikan lampu satu kabupaten, pengujian kir, sampai jukir, harus dihapus terlebih dahulu,’’ ungkap Wasi.

Baca Juga :  Kawal Ketat Masa Uji Coba Pembukaan Gua Gong-Tabuhan

Meski bak pungguk merindukan bulan, dishub tetap berupaya mengajukan di tahun anggaran mendatang. Seiring banyaknya lampu padam serta mendesaknya kebutuhan armada penunjang perbaikan PJU.

‘’Satu truk crane sanggup mengakomodasi satu kabupaten. Buktinya, armada yang ada masih dapat beroperasi selama 18 tahun terakhir,’’ tuturnya.

Buruknya kondisi truk crane sempat menjadi sorotan DRPD Pacitan. Wakil rakyat memandang armada tersebut mendesak peremajaan. Mempertimbangkan banyaknya lampu penerangan jalan yang memerlukan perbaikan di Pacitan.

‘’Kami mendorong pengadaan crane PJU sebagai sarana penunjang pemeliharaan,’’ ujar anggota DPRD Pacitan Ririn Subiyati saat paparan LKPj bupati beberapa waktu lalu. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Problem penerangan jalan umum (PJU) di Pacitan berkelindan. Tak hanya direpotkan banyaknya lampu padam, truk crane untuk menaik-turunkan petugas ketika melakukan perbaikan juga mendesak peremajaan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pacitan Wasi Prayitno mengatakan, sejak 2004 silam instansinya hanya memiliki satu unit crane. Satu-satunya armada itu telah beroperasi lebih dari 18 tahun terakhir. Bukan tua-tua keladi alias semakin tua semakin menjadi. Melainkan kondisinya uzur dan memprihatinkan. Tak kuat lagi melintasi tanjakan dan sering keluar-masuk bengkel. ‘’Ketika hendak melintasi Jalan Sedeng harus memutar,’’ ujarnya.

Dishub tak pernah tinggal diam. Pengajuan armada baru telah diusulkan sejak lima tahun terakhir. Namun, anggaran pengadaan yang tembus Rp 1,5 miliar itu sulit terkabulkan.

‘’Kami bisa memaksakan diri untuk membeli truk crane baru. Tapi, anggaran perbaikan lampu satu kabupaten, pengujian kir, sampai jukir, harus dihapus terlebih dahulu,’’ ungkap Wasi.

Baca Juga :  Ada 1.041 Formasi PPPK di Pacitan, Kadindik: Baru Terisi 551 Tenaga

Meski bak pungguk merindukan bulan, dishub tetap berupaya mengajukan di tahun anggaran mendatang. Seiring banyaknya lampu padam serta mendesaknya kebutuhan armada penunjang perbaikan PJU.

‘’Satu truk crane sanggup mengakomodasi satu kabupaten. Buktinya, armada yang ada masih dapat beroperasi selama 18 tahun terakhir,’’ tuturnya.

Buruknya kondisi truk crane sempat menjadi sorotan DRPD Pacitan. Wakil rakyat memandang armada tersebut mendesak peremajaan. Mempertimbangkan banyaknya lampu penerangan jalan yang memerlukan perbaikan di Pacitan.

‘’Kami mendorong pengadaan crane PJU sebagai sarana penunjang pemeliharaan,’’ ujar anggota DPRD Pacitan Ririn Subiyati saat paparan LKPj bupati beberapa waktu lalu. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/