alexametrics
23.2 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Dua Rumah di Pacitan Nyaris Ambrol Tergerus Erosi Sungai Lorok

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Sungai-sungai besar di Pacitan ibarat gigi anak-anak yang suka makan permen. Keropos dan mudah tanggal. Problem klasik itu menjadi pekerjaan rumah yang mendesak penuntasan. Menimbang kondisinya yang kian mengkhawatirkan di musim penghujan ini.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pacitan Didik Alih Wibowo mencatat, pihaknya sepekan terakhir menerima beberapa laporan seputar erosi di Sungai Lorok dan Grindulu. Ada yang mengancam persawahan hingga permukiman. Di Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo, peningkatan debit Sungai Lorok membuat dua rumah nyaris ambrol tergerus erosi. ‘’Sementara ini kami lakukan penanganan darurat dengan memasang penahan sungai dari bambu,’’ katanya, Sabtu (20/11).

Ancaman Grindulu, tegas Didik, tak kalah berbahaya. Bahkan, beberapa titik gerusannya telah merusak jalur Pacitan-Ponorogo. Seperti yang terjadi di Km 6 Desa Bolosingo, Pacitan. Kini, tepian jalan yang telah ambrol itu hanya ditutupi terpal. Dua hari terakhir, kondisi serupa juga terjadi di Desa Sambong, Arjosari. Warga setempat cemas lantaran erosi membuat pekarangan mereka dengan sungai tinggal berjarak tiga meter. ‘’Kami data semua kejadian agar lekas ditangani bersama OPD terkait,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pacitan “Diserang” DBD, Bupati Aji Turun Lakukan Fogging

Didik mengimbau warga yang bermukim di bantaran sungai tak kepalang panik. Sebaliknya, melatih diri dengan mitigasi bencana secara mandiri. Selain aktif melaporkan ke perangkat setempat jika sewaktu-waktu memerlukan evakuasi. ‘’Kosongkan rumah bila perlu. Tidak perlu panik, tapi harus tetap waspada,’’ pintanya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Sungai-sungai besar di Pacitan ibarat gigi anak-anak yang suka makan permen. Keropos dan mudah tanggal. Problem klasik itu menjadi pekerjaan rumah yang mendesak penuntasan. Menimbang kondisinya yang kian mengkhawatirkan di musim penghujan ini.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pacitan Didik Alih Wibowo mencatat, pihaknya sepekan terakhir menerima beberapa laporan seputar erosi di Sungai Lorok dan Grindulu. Ada yang mengancam persawahan hingga permukiman. Di Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo, peningkatan debit Sungai Lorok membuat dua rumah nyaris ambrol tergerus erosi. ‘’Sementara ini kami lakukan penanganan darurat dengan memasang penahan sungai dari bambu,’’ katanya, Sabtu (20/11).

Ancaman Grindulu, tegas Didik, tak kalah berbahaya. Bahkan, beberapa titik gerusannya telah merusak jalur Pacitan-Ponorogo. Seperti yang terjadi di Km 6 Desa Bolosingo, Pacitan. Kini, tepian jalan yang telah ambrol itu hanya ditutupi terpal. Dua hari terakhir, kondisi serupa juga terjadi di Desa Sambong, Arjosari. Warga setempat cemas lantaran erosi membuat pekarangan mereka dengan sungai tinggal berjarak tiga meter. ‘’Kami data semua kejadian agar lekas ditangani bersama OPD terkait,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Maksimalkan Serapan Tenaga Kerja Lokal, Tekan Angka Pengangguran di Pacitan

Didik mengimbau warga yang bermukim di bantaran sungai tak kepalang panik. Sebaliknya, melatih diri dengan mitigasi bencana secara mandiri. Selain aktif melaporkan ke perangkat setempat jika sewaktu-waktu memerlukan evakuasi. ‘’Kosongkan rumah bila perlu. Tidak perlu panik, tapi harus tetap waspada,’’ pintanya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/