alexametrics
31.3 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Menghias Donat di Hari Jadi Pacitan

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Menggambar bisa di mana saja. Tidak hanya di kertas atau kanvas. Di atas selingkar donat pun bisa. Dhian Kurnia mengundang puluhan anak TK untuk mengasah kreativitas tersebut di rumahnya.

Pengusaha kuliner itu memang kerap menggambar donat di setiap hari istimewa. Nah, kreativitasnya kali ini sekaligus memperingati Hari Jadi Ke-277 Pacitan. Selain menghibur, aktivitas itu diharapnya menjadi wadah bagi anak untuk mengekspresikan diri. ‘’Kebetulan saya suka menggambar sejak kecil, anak-anak yang datang rata-rata juga gemar menggambar,’’ ujarnya kemarin (20/2).

Dhian terharu melihat semangat anak-anak menggambar donat. Sayangnya, dia hanya bisa mewadahi tak lebih dari 10 anak demi menjaga protokol kesehatan. Untuk mengikutinya, peserta tak perlu mengeluarkan biaya. Bahkan, setelah selesai dilukis, donat diberikan cuma-cuma. ‘’Donatnya boleh dibawa pulang untuk ditunjukkan ke orang tuanya, ada yang menggambar Barbie, buah-buahan, juga Superman,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Penunjukan Lelang dan PL Harus Proporsional

Jamine Khaidar Qafizah mendapatkan pengalaman baru saat diajak menggambar di atas donat. Biasanya menggambar dengan krayon, kini menggunakan cairan topping warna-warni. ‘’Asyik sekali,’’ ujar siswi 11 tahun itu.  (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Menggambar bisa di mana saja. Tidak hanya di kertas atau kanvas. Di atas selingkar donat pun bisa. Dhian Kurnia mengundang puluhan anak TK untuk mengasah kreativitas tersebut di rumahnya.

Pengusaha kuliner itu memang kerap menggambar donat di setiap hari istimewa. Nah, kreativitasnya kali ini sekaligus memperingati Hari Jadi Ke-277 Pacitan. Selain menghibur, aktivitas itu diharapnya menjadi wadah bagi anak untuk mengekspresikan diri. ‘’Kebetulan saya suka menggambar sejak kecil, anak-anak yang datang rata-rata juga gemar menggambar,’’ ujarnya kemarin (20/2).

Dhian terharu melihat semangat anak-anak menggambar donat. Sayangnya, dia hanya bisa mewadahi tak lebih dari 10 anak demi menjaga protokol kesehatan. Untuk mengikutinya, peserta tak perlu mengeluarkan biaya. Bahkan, setelah selesai dilukis, donat diberikan cuma-cuma. ‘’Donatnya boleh dibawa pulang untuk ditunjukkan ke orang tuanya, ada yang menggambar Barbie, buah-buahan, juga Superman,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Kades Ujung Tombak Vaksinasi Booster di Pacitan

Jamine Khaidar Qafizah mendapatkan pengalaman baru saat diajak menggambar di atas donat. Biasanya menggambar dengan krayon, kini menggunakan cairan topping warna-warni. ‘’Asyik sekali,’’ ujar siswi 11 tahun itu.  (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/