alexametrics
24.5 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Pendapa Pemkab Pacitan Dinamai Mas Tumenggung Djogokarto

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji membuat terobosan di hari jadi kemarin (19/2). Setelah ratusan tahun tak bernama, kini seluruh ruang di pendapa pemkab disematkan julukan.

Tempat rapat bupati dijuluki Ruang Tumenggung Notoprodjo. Halaman belakang yang selama ini hanya disebut halaman wingking (halking) kini berjuluk Taman Raden Tumenggung Tjokro Hamidjojo. Begitu pula julukan baru untuk Pendapa Mas Tumenggung Djogokarto dan Lapangan Tumenggung Notopuro.  ‘’Seluruh ruangan kami namai dengan nama-nama bupati terdahulu,’’ jelas Mas Aji, sapaan Indrata Nur Bayuaji, Senin (21/2).

Mas Aji sengaja memilih nama-nama bupati periode 1745 hingga 1945. Ide itu diharapnya membuat para ASN dan masyarakat Pacitan familier dengan nama-nama pemimpin terdahulunya. Syukur-syukur hafal dan menjadi penghargaan tersendiri bagi para pendiri. ‘’Mereka layak dikenang, minimal dalam lingkup pendapa,’’ terangnya.

Baca Juga :  47 Desa di Pacitan Rawan Disapu Tsunami

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut menyerahkan langsung keris dan tombak pusaka kabupaten ke bupati. Untuk dikembalikan ke petugas perawat dan disimpan di pendapa. ‘’Semoga Pacitan semakin sejahtera dan bahagia,’’ harapnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji membuat terobosan di hari jadi kemarin (19/2). Setelah ratusan tahun tak bernama, kini seluruh ruang di pendapa pemkab disematkan julukan.

Tempat rapat bupati dijuluki Ruang Tumenggung Notoprodjo. Halaman belakang yang selama ini hanya disebut halaman wingking (halking) kini berjuluk Taman Raden Tumenggung Tjokro Hamidjojo. Begitu pula julukan baru untuk Pendapa Mas Tumenggung Djogokarto dan Lapangan Tumenggung Notopuro.  ‘’Seluruh ruangan kami namai dengan nama-nama bupati terdahulu,’’ jelas Mas Aji, sapaan Indrata Nur Bayuaji, Senin (21/2).

Mas Aji sengaja memilih nama-nama bupati periode 1745 hingga 1945. Ide itu diharapnya membuat para ASN dan masyarakat Pacitan familier dengan nama-nama pemimpin terdahulunya. Syukur-syukur hafal dan menjadi penghargaan tersendiri bagi para pendiri. ‘’Mereka layak dikenang, minimal dalam lingkup pendapa,’’ terangnya.

Baca Juga :  Pemkab Pacitan Terus Negosiasi Penyediaan Jalur Udara

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut menyerahkan langsung keris dan tombak pusaka kabupaten ke bupati. Untuk dikembalikan ke petugas perawat dan disimpan di pendapa. ‘’Semoga Pacitan semakin sejahtera dan bahagia,’’ harapnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/