alexametrics
23.1 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Galakkan Pencegahan Dini, Bupati Pacitan Ajak Warga Pahami Mitigasi

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Indrata Nur Bayuaji menyeberangi jembatan gantung di Taman Kota Pacitan dengan penuh hati-hati. Bukan sembarang jembatan yang diseberangi orang nomor satu di Pacitan itu. Melainkan sarana kedaruratan dan kesiapsiagaan yang dibangun Kementerian Sosial (Kemensos) akhir tahun lalu.

Kepala Dinas Sosial Pacitan Sumorohadi mengatakan, seluruh warga dari segenap kalangan usia berhak mendapatkan pemahaman seputar mitigasi bencana. Edukasi ini penting mengingat beberapa waktu silam Pacitan sempat diprediksikan berpotensi tsunami. ‘’Banyak hal yang perlu dipelajari seputar kesiapsiagaan bencana,’’ ujarnya, Senin (21/3).

Sumo, sapaan Sumorohadi, menjelaskan, mitigasi kebencanaan meliputi evakuasi hingga pengolahan dapur umum dan klaster perlindungan pengungsian. Tentang evakuasi, warga diajarkan cara penyelamatan diri saat bencana terjadi. ‘’Anak-anak hingga dewasa harus memahami bahwa selama ini mereka hidup berdampingan dengan bencana. Jadi, harus senantiasa waspada,’’ tuturnya.

Mitigasi bencana tak sekali jalan. Kegiatan serupa bakal diintensifkan dengan menyasar berbagai kalangan masyarakat. Agar seluruh warga yang tinggal di kabupaten dengan dikitari garis samudra itu kian waspada. ‘’Taman Kota Pacitan kami jadikan tempat untuk edukasi bencana. Di sini akan digelar beragam pelatihan kebencanaan secara berkala,’’ terang Sumo.

Baca Juga :  Puso dan Minim Lahan Padi Pacitan Terburuk dan Terparah dalam Lima Tahun Terakhir

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji yang turut hadir mengingatkan masyarakat betapa pentingnya memahami potensi bencana. Setiap warga harus punya kesadaran yang baik untuk selalu menjaga keamanan lingkungannya dari berbagai ancaman bencana alam. Mulai banjir, longsor, hingga tsunami. ‘’Segala hal tentang kebencanaan memang harus dipelajari sedini mungkin. Saya harapkan pelatihan seperti ini terus dilakukan,’’ tegasnya.

Aji, sapaan Indrata Nur Bayuaji, berharap jembatan darurat hibah Kemensos itu tak pernah digunakan. Artinya, bencana alam skala besar tak akan pernah terjadi di kabupaten yang dinakhodainya. Jika memang yang diperkirakan benar terjadi, semuanya harus siap menghadapi. ‘’Jembatan darurat ini dapat  menjadi penyelamat di saat darurat,’’ ungkapnya. (ti2/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Indrata Nur Bayuaji menyeberangi jembatan gantung di Taman Kota Pacitan dengan penuh hati-hati. Bukan sembarang jembatan yang diseberangi orang nomor satu di Pacitan itu. Melainkan sarana kedaruratan dan kesiapsiagaan yang dibangun Kementerian Sosial (Kemensos) akhir tahun lalu.

Kepala Dinas Sosial Pacitan Sumorohadi mengatakan, seluruh warga dari segenap kalangan usia berhak mendapatkan pemahaman seputar mitigasi bencana. Edukasi ini penting mengingat beberapa waktu silam Pacitan sempat diprediksikan berpotensi tsunami. ‘’Banyak hal yang perlu dipelajari seputar kesiapsiagaan bencana,’’ ujarnya, Senin (21/3).

Sumo, sapaan Sumorohadi, menjelaskan, mitigasi kebencanaan meliputi evakuasi hingga pengolahan dapur umum dan klaster perlindungan pengungsian. Tentang evakuasi, warga diajarkan cara penyelamatan diri saat bencana terjadi. ‘’Anak-anak hingga dewasa harus memahami bahwa selama ini mereka hidup berdampingan dengan bencana. Jadi, harus senantiasa waspada,’’ tuturnya.

Mitigasi bencana tak sekali jalan. Kegiatan serupa bakal diintensifkan dengan menyasar berbagai kalangan masyarakat. Agar seluruh warga yang tinggal di kabupaten dengan dikitari garis samudra itu kian waspada. ‘’Taman Kota Pacitan kami jadikan tempat untuk edukasi bencana. Di sini akan digelar beragam pelatihan kebencanaan secara berkala,’’ terang Sumo.

Baca Juga :  Dewan Desak Pemkab Madiun Perbaiki Kerusakan Jalan Bajulan-Kaligunting

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji yang turut hadir mengingatkan masyarakat betapa pentingnya memahami potensi bencana. Setiap warga harus punya kesadaran yang baik untuk selalu menjaga keamanan lingkungannya dari berbagai ancaman bencana alam. Mulai banjir, longsor, hingga tsunami. ‘’Segala hal tentang kebencanaan memang harus dipelajari sedini mungkin. Saya harapkan pelatihan seperti ini terus dilakukan,’’ tegasnya.

Aji, sapaan Indrata Nur Bayuaji, berharap jembatan darurat hibah Kemensos itu tak pernah digunakan. Artinya, bencana alam skala besar tak akan pernah terjadi di kabupaten yang dinakhodainya. Jika memang yang diperkirakan benar terjadi, semuanya harus siap menghadapi. ‘’Jembatan darurat ini dapat  menjadi penyelamat di saat darurat,’’ ungkapnya. (ti2/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/