alexametrics
28.7 C
Madiun
Sunday, August 14, 2022

Terminal Sepi, Omzet Pedagang Turun

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Pedagang kios di Terminal Pacitan mengeluh karena omzet turun. Mereka mengaku pendapatannya turun secara bertahap sejak wabah korona melanda. ‘’Terkadang laku, tapi sedikit. Bahkan, beberapa waktu tidak laku,’’ kata Yati, salah seorang pedagang kompleks ruko Terminal Pacitan, Minggu (20/9).

Sebelum pandemi Covid-19, dia bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp 1 juta. Saat ini rata-rata di bawah Rp 500 ribu. ‘’Saat PSBB (pembatasan sosial berskala besar, Red) tahap pertama lalu, terasa sekali dampaknya untuk kami. Kalau PSBB saat ini (tahap dua) ada kelonggaran,’’ ujarnya.

Sebelumnya, Kasatpel Terminal Pacitan Suyono mengungkapkan ada sekitar 11 armada bus jurusan Pacitan-Jakarta yang beroperasi. Rata-rata penumpangnya 5–7 orang mulai awal jalan dari Pacitan. Kendati demikian, pihaknya sampai kini masih menunggu regulasi soal operasional yang diterapkan dalam PSBB jilid II.  ‘’Saat PSBB pertama lalu, penurunan penumpang sampai 100 persen. Bahkan, yang beroperasi di Pacitan hanya MPU lokal,’’ terangnya.

Baca Juga :  Dua Petugas KPPS Stres

Sementara, untuk bus antar kota dalam provinsi (AKDP) Suyono menyebut semua beroperasi normal. Ada dua trayek yang dibuka. Pacitan-Ponorogo dan Pacitan-Surabaya. Total ada tujuh armada bus yang beroperasi. (mg2/c1/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Pedagang kios di Terminal Pacitan mengeluh karena omzet turun. Mereka mengaku pendapatannya turun secara bertahap sejak wabah korona melanda. ‘’Terkadang laku, tapi sedikit. Bahkan, beberapa waktu tidak laku,’’ kata Yati, salah seorang pedagang kompleks ruko Terminal Pacitan, Minggu (20/9).

Sebelum pandemi Covid-19, dia bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp 1 juta. Saat ini rata-rata di bawah Rp 500 ribu. ‘’Saat PSBB (pembatasan sosial berskala besar, Red) tahap pertama lalu, terasa sekali dampaknya untuk kami. Kalau PSBB saat ini (tahap dua) ada kelonggaran,’’ ujarnya.

Sebelumnya, Kasatpel Terminal Pacitan Suyono mengungkapkan ada sekitar 11 armada bus jurusan Pacitan-Jakarta yang beroperasi. Rata-rata penumpangnya 5–7 orang mulai awal jalan dari Pacitan. Kendati demikian, pihaknya sampai kini masih menunggu regulasi soal operasional yang diterapkan dalam PSBB jilid II.  ‘’Saat PSBB pertama lalu, penurunan penumpang sampai 100 persen. Bahkan, yang beroperasi di Pacitan hanya MPU lokal,’’ terangnya.

Baca Juga :  Vario Tabrak Mobil Rombongan Karyawan PLTU

Sementara, untuk bus antar kota dalam provinsi (AKDP) Suyono menyebut semua beroperasi normal. Ada dua trayek yang dibuka. Pacitan-Ponorogo dan Pacitan-Surabaya. Total ada tujuh armada bus yang beroperasi. (mg2/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/