alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

DPUPR Pacitan Batasi Garapan Proyek Fisik, Anggaran dan Waktu Mepet

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – 17 paket pekerjaan fisik masuk agenda APBD Perubahan (APBD-P) 2022. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan membatasi pekerjaan di sisa waktu 45 hari efektif sebelum tutup tahun.

Kepala DPUPR Pacitan Suparlan mengatakan, selain karena keterbatasan anggaran, pihaknya sengaja tak mengajukan banyak proyek di ujung tahun ini. Menimbang mepetnya waktu yang tersisa. Pun, belakangan sudah musim penghujan yang berpotensi dapat menghambat pekerjaan. ‘’Justru kalau terlalu besar nanti merugikan jika sampai tidak rampung sampai akhir tahun. Jadi, kami kerjakan yang kecil-kecil,’’ ujarnya, Rabu (21/9).

Belasan paket pekerjaan itu terdiri perbaikan dan peningkatan kualitas jalan. Seperti rehabilitasi jalan Tegalombo, Kemuning, Bandar, serta Jatimalang, Karanggede. Juga terdapat paket pekerjaan lanjutan seperti jembatan Gunungsari yang sampai kini masih dicicil pembangunannya. Pun rehabilitasi beberapa ruang di lingkup Pendapa Pemkab Pacitan. ‘’Gunungsari (jembatan, Red) kami garap sekarang, lalu dilanjutkan tahun depan dengan anggaran lebih banyak,’’ terang mantan sekretaris DPUPR Pacitan itu.

Baca Juga :  Wacana Bedah Rumah Pakai Dana Desa

Jelang akhir tahun ini, DPUPR berupaya bekerja sesuai kemampuan. Sehingga total nilai dari paket pekerjaan tak sampai miliaran. Tahun depan, perencanaan kembali dirumuskan untuk sederet pekerjaan yang belum terealisasi di tahun ini. ‘’Seperti kantor Kelurahan Pacitan itu pembangunannya dilanjutkan tahun depan. Kalau PAK ini belum bisa karena anggarannya terbatas,’’ jelasnya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – 17 paket pekerjaan fisik masuk agenda APBD Perubahan (APBD-P) 2022. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan membatasi pekerjaan di sisa waktu 45 hari efektif sebelum tutup tahun.

Kepala DPUPR Pacitan Suparlan mengatakan, selain karena keterbatasan anggaran, pihaknya sengaja tak mengajukan banyak proyek di ujung tahun ini. Menimbang mepetnya waktu yang tersisa. Pun, belakangan sudah musim penghujan yang berpotensi dapat menghambat pekerjaan. ‘’Justru kalau terlalu besar nanti merugikan jika sampai tidak rampung sampai akhir tahun. Jadi, kami kerjakan yang kecil-kecil,’’ ujarnya, Rabu (21/9).

Belasan paket pekerjaan itu terdiri perbaikan dan peningkatan kualitas jalan. Seperti rehabilitasi jalan Tegalombo, Kemuning, Bandar, serta Jatimalang, Karanggede. Juga terdapat paket pekerjaan lanjutan seperti jembatan Gunungsari yang sampai kini masih dicicil pembangunannya. Pun rehabilitasi beberapa ruang di lingkup Pendapa Pemkab Pacitan. ‘’Gunungsari (jembatan, Red) kami garap sekarang, lalu dilanjutkan tahun depan dengan anggaran lebih banyak,’’ terang mantan sekretaris DPUPR Pacitan itu.

Baca Juga :  Asyik Selfie, Remaja Tewas Digulung Ombak Pantai Kijingan

Jelang akhir tahun ini, DPUPR berupaya bekerja sesuai kemampuan. Sehingga total nilai dari paket pekerjaan tak sampai miliaran. Tahun depan, perencanaan kembali dirumuskan untuk sederet pekerjaan yang belum terealisasi di tahun ini. ‘’Seperti kantor Kelurahan Pacitan itu pembangunannya dilanjutkan tahun depan. Kalau PAK ini belum bisa karena anggarannya terbatas,’’ jelasnya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/