alexametrics
31.2 C
Madiun
Tuesday, July 5, 2022

Warga Mengungsi, Krajan, Gasang, Jadi Daerah Mati

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Dusun Krajan, Gasang, Tulakan, Pacitan, bak daerah mati. Permukiman di sana tanpa penghuni dengan sejumlah bangunan rumah kondisinya hancur. Enam kepala keluarga (KK) di RT 03, RW 02, desa itu mengungsi setelah tempat tinggalnya terdampak gerakan tanah (gertan) dua tahun lalu. ‘’Tidak ditempati karena berbahaya,’’ kata Sutirah, korban fenomena itu, Jumat (20/12).

Sutirah mengungkapkan, enam KK memutuskan pindah ke desa tetangga. Rumah hancur akibat pergeseran tanah. Area persawahan juga retak dengan lebar mencapai 30 sentimeter. ‘’Dusun Singkil dan Tanjung juga terkena dampak gerakan tanah,’’ ujarnya.

Dia mengibaratkan setiap hari terjadi gempa. Tanah terus bergerak dan semakin lebar. Pergeseran yang diikuti suara dentuman itu tanpa disadari sudah membuat dinding rumah menjadi miring. Disusul kondisi tanah yang bengkah. ‘’Awalnya tanah itu datar, tapi sekarang tidak beraturan,’’ ungkapnya sembari menyebut ada bantuan material bangunan untuk membuat rumah. (mg2/c1/cor)

Baca Juga :  Objek Wisata Kumuh, Wacanakan Denda Kepada Wisatawan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Dusun Krajan, Gasang, Tulakan, Pacitan, bak daerah mati. Permukiman di sana tanpa penghuni dengan sejumlah bangunan rumah kondisinya hancur. Enam kepala keluarga (KK) di RT 03, RW 02, desa itu mengungsi setelah tempat tinggalnya terdampak gerakan tanah (gertan) dua tahun lalu. ‘’Tidak ditempati karena berbahaya,’’ kata Sutirah, korban fenomena itu, Jumat (20/12).

Sutirah mengungkapkan, enam KK memutuskan pindah ke desa tetangga. Rumah hancur akibat pergeseran tanah. Area persawahan juga retak dengan lebar mencapai 30 sentimeter. ‘’Dusun Singkil dan Tanjung juga terkena dampak gerakan tanah,’’ ujarnya.

Dia mengibaratkan setiap hari terjadi gempa. Tanah terus bergerak dan semakin lebar. Pergeseran yang diikuti suara dentuman itu tanpa disadari sudah membuat dinding rumah menjadi miring. Disusul kondisi tanah yang bengkah. ‘’Awalnya tanah itu datar, tapi sekarang tidak beraturan,’’ ungkapnya sembari menyebut ada bantuan material bangunan untuk membuat rumah. (mg2/c1/cor)

Baca Juga :  Banjir Mengancam Sejumlah Desa di Kabupaten Madiun

Most Read

Artikel Terbaru

/