alexametrics
24.3 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Duh, Hibah Pasar Tematik dari Kemendag ke Pemkab Pacitan Dianulir

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemerintah pusat setengah hati mendorong perputaran perekonomian di daerah. Pembangunan pasar tematik yang sempat dijanjikan Kementerian Perdagangan tak dapat ditepati. Gara-gara terimbas refocusing APBN.

Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Pacitan Sunaryo mengatakan, pembangunan pasar tematik sempat dianggarkan Rp 87 miliar. Namun, anggaran yang di-posting Kemendag itu mendadak terimbas refocusing APBN. ‘’Sebenarnya sudah kami usulkan dan telah di-review, ternyata keputusannya berubah karena ada refocusing APBN,’’ ujarnya, Selasa (22/3).

Pada 2021 silam, Pacitan digadang menjadi daerah penyokong kawasan wisata Borobudur. Keseriusan pemkab mengawal program itu menjadikan kabupaten ini lolos 10 besar. Seiring berjalannya waktu, dana bantuan hibah itu dianulir. Pusat hanya menetapkan dua kabupaten sebagai penyokong wisata utama nasional.

Baca Juga :  DPUPR Pacitan Inventarisasi Kondisi Sumur Bor

Disdagnaker harus menerima kenyataan bahwa rencana pembangunan pasar tematik itu gagal total. Padahal, konsep dan lokasi pasar khusus oleh-oleh khas Pacitan tersebut telah disiapkan. ‘’Kami akan coba di lain kesempatan,’’ katanya.

Gagal menggapai pasar tematik, disdagnaker tak patah arang. Tetap ada beberapa program hibah dari pemerintah pusat yang diperjuangkan di tahun ini. Sunaryo menargetkan Pacitan lolos seleksi program pembangunan pasar kuliner, pusat jajanan dan cenderamata yang juga diprogramkan Kemendag.

Meski tak sejumbo pasar tematik, diharapkan keberadaannya dapat mengakomodasi pedagang kaki lima (PKL) serta  usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Pacitan. ‘’Demi menunjang wisata sebagai prioritas kabupaten,’’ tuturnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemerintah pusat setengah hati mendorong perputaran perekonomian di daerah. Pembangunan pasar tematik yang sempat dijanjikan Kementerian Perdagangan tak dapat ditepati. Gara-gara terimbas refocusing APBN.

Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Pacitan Sunaryo mengatakan, pembangunan pasar tematik sempat dianggarkan Rp 87 miliar. Namun, anggaran yang di-posting Kemendag itu mendadak terimbas refocusing APBN. ‘’Sebenarnya sudah kami usulkan dan telah di-review, ternyata keputusannya berubah karena ada refocusing APBN,’’ ujarnya, Selasa (22/3).

Pada 2021 silam, Pacitan digadang menjadi daerah penyokong kawasan wisata Borobudur. Keseriusan pemkab mengawal program itu menjadikan kabupaten ini lolos 10 besar. Seiring berjalannya waktu, dana bantuan hibah itu dianulir. Pusat hanya menetapkan dua kabupaten sebagai penyokong wisata utama nasional.

Baca Juga :  Aki Mobil Korsleting, Pikap Carteran Pemkab Pacitan Terbakar

Disdagnaker harus menerima kenyataan bahwa rencana pembangunan pasar tematik itu gagal total. Padahal, konsep dan lokasi pasar khusus oleh-oleh khas Pacitan tersebut telah disiapkan. ‘’Kami akan coba di lain kesempatan,’’ katanya.

Gagal menggapai pasar tematik, disdagnaker tak patah arang. Tetap ada beberapa program hibah dari pemerintah pusat yang diperjuangkan di tahun ini. Sunaryo menargetkan Pacitan lolos seleksi program pembangunan pasar kuliner, pusat jajanan dan cenderamata yang juga diprogramkan Kemendag.

Meski tak sejumbo pasar tematik, diharapkan keberadaannya dapat mengakomodasi pedagang kaki lima (PKL) serta  usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Pacitan. ‘’Demi menunjang wisata sebagai prioritas kabupaten,’’ tuturnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/