alexametrics
24.2 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Penceng-Bapangan Belum Siap Dipasangi Kamera Tilang Elektronik

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) belum bisa diterapkan di Pacitan. Persoalannya karena terkendala sarana-prasarana (sarpras) yang masih terbatas. ‘’Titik ujinya di perempatan Bapangan dan Penceng,’’ kata Kasatlantas Polres Pacitan AKP Budi Setyono, Sabtu (22/5).

Dua perempatan itu paling padat kendaraan. Meski tak seramai kota lain, namun perempatan Penceng dan Bapangan berada di jalur protokol. Sehingga pemantauan kendaraan lebih mudah untuk dilakukan. Rencananya bakal ditambah titik pemantauan di jalur protokol lainnya secara bertahap. ‘’Saat ini e-tilang belum kita berlakukan,’’ jelasnya.

Penundaan, lanjut Budi, tak lepas dari kurang siapnya sarpras kamera pengawas di dua perempatan terkait. Sejauh ini pemantauan sebatas manual. Dengan menyiagakan petugas jaga yang mengontrol langsung pergerakan dan potensi pelanggaran lalu lintas. ‘’Kamera pengawas itu mahal. Satu perangkatnya Rp 800 juta,’’ ungkapnya. (gen/c1/fin/her)

Baca Juga :  Longsoran Batu Besar Timpa Rumah Warga Sempu, Donorojo, Pacitan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) belum bisa diterapkan di Pacitan. Persoalannya karena terkendala sarana-prasarana (sarpras) yang masih terbatas. ‘’Titik ujinya di perempatan Bapangan dan Penceng,’’ kata Kasatlantas Polres Pacitan AKP Budi Setyono, Sabtu (22/5).

Dua perempatan itu paling padat kendaraan. Meski tak seramai kota lain, namun perempatan Penceng dan Bapangan berada di jalur protokol. Sehingga pemantauan kendaraan lebih mudah untuk dilakukan. Rencananya bakal ditambah titik pemantauan di jalur protokol lainnya secara bertahap. ‘’Saat ini e-tilang belum kita berlakukan,’’ jelasnya.

Penundaan, lanjut Budi, tak lepas dari kurang siapnya sarpras kamera pengawas di dua perempatan terkait. Sejauh ini pemantauan sebatas manual. Dengan menyiagakan petugas jaga yang mengontrol langsung pergerakan dan potensi pelanggaran lalu lintas. ‘’Kamera pengawas itu mahal. Satu perangkatnya Rp 800 juta,’’ ungkapnya. (gen/c1/fin/her)

Baca Juga :  Keluhkan Status KLB Hepatitis Belum Dicabut

Most Read

Artikel Terbaru

/