alexametrics
29.1 C
Madiun
Tuesday, June 28, 2022

Pelukis Pranoto Ahmad Raji Hasilkan Ribuan Karya, Tembus Eropa dan Afrika

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kediaman di tepi teluk Pacitan itu nampak lain dari bangunan di sekitarnya. Sepoi angin lautan di tingkah nyiur daun kelapa hingga beraneka patung layaknya barisan orkresta yang menyambut kedatangan setiap tamu. Rumah berdinding kayu gebyok itu dipenuhi lukisan beraneka ukuran. Di dalamnya, seorang pria berjenggot putih sibuk melukis di atas kanvas. ‘’Ini ada lukisan abstrak dan realis,’’ ujar Pranoto Ahmad Raji,  pemilik galeri itu.

Menahun berkarya, Pranoto telah menelurkan tak kurang dari 3.000 lukisan. Tak sedikit pula yang telah berpindah tangan ke berbagai penggemar lukisan di dalam maupun luar negeri. ‘’Ada yang dibeli orang Eropa, Afrika dan negara-negara lainnya,’’ ujar pelukis kelahiran Teleng, Sidoharjo, Pacitan itu.

Pranoto mengenal dunia lukis sejak 1974 silam. Kala itu, dirinya memutuskan hijrah dari daerah asalnya ke Bali menimba ilmu. Tanpa guru, dia memilih membaur sesama seniman untuk melatih insting dan jemarinya.  ‘’Saya sempat tinggal di Bali selama 45 tahun. Di sana juga punya galeri tapi sekarang saya pasrahkan ke teman,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Sebulan, DBD Serang 84 Warga Pacitan, Kasus Tertinggi di Kebonagung-Tanjungsari

Belajar melukis tanpa sosok guru bukan perkara gampang. Terlebih pria 67 tahun itu tak memiliki keturunan darah seniman. Mempelajari teknik, mengatur mood hingga situasi di pelajarinya dari pengalaman sehari-hari. Lewat sharing dengan rekan sejawat. ‘’Sejak SMP ketika ditanya cita-cita oleh guru, saya jawab melukis,’’ kenang ayah tiga putra, itu.

Kini, Pranoto memutuskan berlabuh dan membangun galeri seni di Pacitan. Semula dirinya tak mengira bakal tinggal di Kota 1001 Gua. Dimulai 28 tahun silam, saat itu tak sengaja kesasar ketika tengah jalan-jalan saat mudik ke kampung halaman. Setahun kemudian, kakek tiga cucu itu memutuskan membeli tanah di sekitar Teleng Ria. ‘’Baru November 2018 lalu, saya kok pengen ke Pacitan sekalian membangun galeri di sini,’’ ungkapnya. ***(gen/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kediaman di tepi teluk Pacitan itu nampak lain dari bangunan di sekitarnya. Sepoi angin lautan di tingkah nyiur daun kelapa hingga beraneka patung layaknya barisan orkresta yang menyambut kedatangan setiap tamu. Rumah berdinding kayu gebyok itu dipenuhi lukisan beraneka ukuran. Di dalamnya, seorang pria berjenggot putih sibuk melukis di atas kanvas. ‘’Ini ada lukisan abstrak dan realis,’’ ujar Pranoto Ahmad Raji,  pemilik galeri itu.

Menahun berkarya, Pranoto telah menelurkan tak kurang dari 3.000 lukisan. Tak sedikit pula yang telah berpindah tangan ke berbagai penggemar lukisan di dalam maupun luar negeri. ‘’Ada yang dibeli orang Eropa, Afrika dan negara-negara lainnya,’’ ujar pelukis kelahiran Teleng, Sidoharjo, Pacitan itu.

Pranoto mengenal dunia lukis sejak 1974 silam. Kala itu, dirinya memutuskan hijrah dari daerah asalnya ke Bali menimba ilmu. Tanpa guru, dia memilih membaur sesama seniman untuk melatih insting dan jemarinya.  ‘’Saya sempat tinggal di Bali selama 45 tahun. Di sana juga punya galeri tapi sekarang saya pasrahkan ke teman,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Bantuan Pangan Nontunai Dirapel Tiga Bulanan

Belajar melukis tanpa sosok guru bukan perkara gampang. Terlebih pria 67 tahun itu tak memiliki keturunan darah seniman. Mempelajari teknik, mengatur mood hingga situasi di pelajarinya dari pengalaman sehari-hari. Lewat sharing dengan rekan sejawat. ‘’Sejak SMP ketika ditanya cita-cita oleh guru, saya jawab melukis,’’ kenang ayah tiga putra, itu.

Kini, Pranoto memutuskan berlabuh dan membangun galeri seni di Pacitan. Semula dirinya tak mengira bakal tinggal di Kota 1001 Gua. Dimulai 28 tahun silam, saat itu tak sengaja kesasar ketika tengah jalan-jalan saat mudik ke kampung halaman. Setahun kemudian, kakek tiga cucu itu memutuskan membeli tanah di sekitar Teleng Ria. ‘’Baru November 2018 lalu, saya kok pengen ke Pacitan sekalian membangun galeri di sini,’’ ungkapnya. ***(gen/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/