alexametrics
28.4 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Wow, Anggaran Pemkab Pacitan Tahun 2021 Sisa Rp 181 Miliar

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pelaksanaan APBD Pacitan tahun lalu menyisakan catatan. Terungkap bahwa sisa lebih penghitungan anggaran (silpa) Pacitan tahun lalu melonjak lipat dua dibandingkan 2020. Dari semula di kisaran Rp 96 miliar, tahun lalu naik hingga Rp 181 miliar. ‘’Saya kira itu tidak tinggi,’’ kata Sekda Pacitan Heru Wiwoho, Rabu (22/6).

Tingginya silpa dari tahun lalu terungkap saat rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi atas Laporan Pertanggungjawaban (LPj) APBD 2021 di gedung DPRD Pacitan kemarin. Sekda cukup tenang dalam menanggapi tingginya silpa tahun lalu. ‘’Silpa bersumber dari beberapa pos keuangan terikat yang memang kelebihan bayar,’’ ujarnya.

Lantaran mayoritas penyumbang silpa merupakan pos keuangan terikat, duit nganggur senilai Rp 181 miliar itu bakal digunakan kembali sesuai ketentuan masing-masing. Misalnya, sisa dana bantuan operasional sekolah (BOS), sisa kas di bendahara dana kapitasi JKN, juga BLUD dan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

Baca Juga :  50 Warga Pacitan Terserang Cikungunya

‘’Tahun ini kembali ditempatkan di pos yang sama. Juga tidak bisa dialihkan untuk belanja yang lainnya, meskipun ada sisa,’’ jelas pejabat yang akrab disapa Heruwi itu.

Di sisi lain, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pacitan Heru Sukresna mengklaim bahwa tata kelola keuangan daerah tahun lalu telah baik. Sekalipun terdapat silpa ratusan miliar. Dia tunjuk bukti optimalisasi belanja dana alokasi khusus (DAK) dan raihan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) yang disabet untuk APBD tahun lalu.

Menurut Heru, justru masalah yang lebih krusial dari silpa adalah ketergantungan Pacitan terhadap dana transfer dari pusat. Dari pendapatan daerah sebesar Rp 1,69 triliun, sumbangsih pendapatan asli daerah (PAD) tak lebih dari 20 persennya saja. ‘’Tentu ada upaya peningkatan PAD, khususnya dari sektor wisata maupun pajak,’’ tuturnya. (gen/c1/naz)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pelaksanaan APBD Pacitan tahun lalu menyisakan catatan. Terungkap bahwa sisa lebih penghitungan anggaran (silpa) Pacitan tahun lalu melonjak lipat dua dibandingkan 2020. Dari semula di kisaran Rp 96 miliar, tahun lalu naik hingga Rp 181 miliar. ‘’Saya kira itu tidak tinggi,’’ kata Sekda Pacitan Heru Wiwoho, Rabu (22/6).

Tingginya silpa dari tahun lalu terungkap saat rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi atas Laporan Pertanggungjawaban (LPj) APBD 2021 di gedung DPRD Pacitan kemarin. Sekda cukup tenang dalam menanggapi tingginya silpa tahun lalu. ‘’Silpa bersumber dari beberapa pos keuangan terikat yang memang kelebihan bayar,’’ ujarnya.

Lantaran mayoritas penyumbang silpa merupakan pos keuangan terikat, duit nganggur senilai Rp 181 miliar itu bakal digunakan kembali sesuai ketentuan masing-masing. Misalnya, sisa dana bantuan operasional sekolah (BOS), sisa kas di bendahara dana kapitasi JKN, juga BLUD dan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

Baca Juga :  Pamit Mencari Rumput, Pria 64 Tahun Ditemukan Tewas Keesokan Harinya

‘’Tahun ini kembali ditempatkan di pos yang sama. Juga tidak bisa dialihkan untuk belanja yang lainnya, meskipun ada sisa,’’ jelas pejabat yang akrab disapa Heruwi itu.

Di sisi lain, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pacitan Heru Sukresna mengklaim bahwa tata kelola keuangan daerah tahun lalu telah baik. Sekalipun terdapat silpa ratusan miliar. Dia tunjuk bukti optimalisasi belanja dana alokasi khusus (DAK) dan raihan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) yang disabet untuk APBD tahun lalu.

Menurut Heru, justru masalah yang lebih krusial dari silpa adalah ketergantungan Pacitan terhadap dana transfer dari pusat. Dari pendapatan daerah sebesar Rp 1,69 triliun, sumbangsih pendapatan asli daerah (PAD) tak lebih dari 20 persennya saja. ‘’Tentu ada upaya peningkatan PAD, khususnya dari sektor wisata maupun pajak,’’ tuturnya. (gen/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/