alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

9 Bulan Tembus 220 Kasus DBD di Pacitan, November-Januari Diprediksi Puncak DBD

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman demam berdarah dengue (DBD) menghantui Pacitan. Enam kasus telah ditemukan dinas kesehatan (dinkes) setempat pada pertengahan bulan ini.

Kepala Dinkes Pacitan Hendra Purwaka mengatakan, DBD mulai menjangkiti warga di beberapa kecamatan. Meliputi Kecamatan Pacitan, Tulakan, Kebonagung, hingga Ngadirojo. Jumlah ini meningkat ketimbang tahun sebelumnya. Jika tahun lalu hanya 167 kasus, hingga September 2022 ini sudah tembus 218 kasus.

Lonjakan itu cukup memantik kewaspadaan. Saban bulannya, ditemukan 11 hingga 30 laporan masyarakat yang terjangkit gigitan nyamuk Aedes aegypti. ‘’Terbanyak Februari dengan 30 kasus. Tahun lalu, tiap bulannya hanya satu-dua kasus,’’ ujarnya.

Hendra mengamini bahwa peningkatan kasus DBD berkorelasi tinggi dengan musim penghujan. Belakangan, perubahan cuaca antara terik dan penghujan dalam beberapa hari membuat peningkatan jumlah telur nyamuk meningkat. Biasanya, bakal semakin memuncak pada November hingga Januari tahun depan. ‘’Seperti biasanya, DBD meledak pada bulan-bulan itu. Makanya harus hati-hati,’’ imbaunya.

Baca Juga :  Lawan Teror HIV/AIDS Pemkab-DPRD Magetan Siapkan Raperda Khusus

Hendra tak menampik bahwa kasus DBD menjandi endemis di beberapa kecamatan, seperti Pacitan dan Arjosari. Maklum, dua wilayah itu tergolong padat penduduk. Pun, banyak lahan kosong dan area persawahan yang bisa dijadikan sarang nyamuk. ‘’Kami bantu fogging di beberapa wilayah, walaupun sebenarnya lebih efektif melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk),’’ tegasnya.

Dia berharap adanya gebrakan dari setiap pemangku wilayah masing-masing untuk menggencarkan PSN. Sulit bagi dinkes untuk bergerak sendiri menyisir sepenjuru Pacitan. ‘’Jika satu rumah itu tidak bebas jentik, maka bisa menyebar dalam satu lingkungan,’’ ungkapnya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman demam berdarah dengue (DBD) menghantui Pacitan. Enam kasus telah ditemukan dinas kesehatan (dinkes) setempat pada pertengahan bulan ini.

Kepala Dinkes Pacitan Hendra Purwaka mengatakan, DBD mulai menjangkiti warga di beberapa kecamatan. Meliputi Kecamatan Pacitan, Tulakan, Kebonagung, hingga Ngadirojo. Jumlah ini meningkat ketimbang tahun sebelumnya. Jika tahun lalu hanya 167 kasus, hingga September 2022 ini sudah tembus 218 kasus.

Lonjakan itu cukup memantik kewaspadaan. Saban bulannya, ditemukan 11 hingga 30 laporan masyarakat yang terjangkit gigitan nyamuk Aedes aegypti. ‘’Terbanyak Februari dengan 30 kasus. Tahun lalu, tiap bulannya hanya satu-dua kasus,’’ ujarnya.

Hendra mengamini bahwa peningkatan kasus DBD berkorelasi tinggi dengan musim penghujan. Belakangan, perubahan cuaca antara terik dan penghujan dalam beberapa hari membuat peningkatan jumlah telur nyamuk meningkat. Biasanya, bakal semakin memuncak pada November hingga Januari tahun depan. ‘’Seperti biasanya, DBD meledak pada bulan-bulan itu. Makanya harus hati-hati,’’ imbaunya.

Baca Juga :  Ribuan Anak di Kabupaten Madiun Masuk Daftar Kasus Stunting

Hendra tak menampik bahwa kasus DBD menjandi endemis di beberapa kecamatan, seperti Pacitan dan Arjosari. Maklum, dua wilayah itu tergolong padat penduduk. Pun, banyak lahan kosong dan area persawahan yang bisa dijadikan sarang nyamuk. ‘’Kami bantu fogging di beberapa wilayah, walaupun sebenarnya lebih efektif melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk),’’ tegasnya.

Dia berharap adanya gebrakan dari setiap pemangku wilayah masing-masing untuk menggencarkan PSN. Sulit bagi dinkes untuk bergerak sendiri menyisir sepenjuru Pacitan. ‘’Jika satu rumah itu tidak bebas jentik, maka bisa menyebar dalam satu lingkungan,’’ ungkapnya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/