alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

DPRD Pacitan Atensi Temuan Gua di Bakal Lahan Puskesmas Candi

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun –  Kemunculan gua di lahan bakal relokasi Puskesmas Candi, Pringkuku, Pacitan, turut memantik perhatian dewan. Bukan perkara sederhana, para wakil rakyat meminta pemkab menaruh perhatian lebih mengurai persoalan tersebut. Perlu segera diputuskan, relokasi puskesmas di lahan itu dilanjutkan atau dihentikan.

Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono mengatakan, pemkab perlu melakukan pertimbangan dan kajian matang. Jika kelak pembangunan gedung lantai dua dilanjutkan di lahan terkait, jangan sampai justru membahayakan masyarakat. Bahkan, mengancam keselamatan pengguna fasilitas layanan kesehatan tersebut. ”Itu kan ditujukan untuk sarana kesehatan. Jadi, kami harapkan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujarnya, Kamis (22/9).

Dipandang secara umum, Ronny menilai keberadaan rongga seluas belasan meter di dasar tanah itu membahayakan. Meski tak berdiri persis di atas bakal bangunan, namun berpotensi tak menstabilkan konstruksi puskesmas. Alhasil, kajian penggunaan wajib dilakukan matang-matang oleh tim teknis setempat. ”Lahannya harus ditinjau lagi, sejauh mana itu bisa ditempati. Apakah sebagian bisa atau tidak sama sekali. Kalau nggak bisa, ya pindah ke tempat lain,” terangnya.

Baca Juga :  Akses Jalan ke Pantai Pancer Door Diuruk Material Banjir Karangrejo

Ronny berharap kejadian kali ini menjadi pelajaran bagi Pemkab Pacitan. Utamanya dalam mencari lahan bakal konstruksi pembangunan. Dijadikan pengalaman agar kejadian serupa tak lagi terulang. Terlebih anggaran miliaran rupiah telah dikucurkan guna pembelian dan pemerataan lahan. ”Nanti ke depan diteliti kalau beli lahan. Harus ditinjau lokasinya, survei langsung,” tegasnya.

Meski setengah nasi telah menjadi bubur, Ronny berharap bubur itu tetap dapat diolah baik. Serupa dengan penemuan gua, keberadaannya bisa dimanfaatkan menjadi objek wisata baru bilamana memang gagal difungsikan sebagai puskesmas. ‘’Pemda segera gerak cepat cari lokasi baru, kalau memang setelah ini tidak bisa di sana dan diajukan kembali anggarannya ke DPRD. Toh, puskesmas lama masih digunakan dan pelayanannya masih bisa berjalan,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun –  Kemunculan gua di lahan bakal relokasi Puskesmas Candi, Pringkuku, Pacitan, turut memantik perhatian dewan. Bukan perkara sederhana, para wakil rakyat meminta pemkab menaruh perhatian lebih mengurai persoalan tersebut. Perlu segera diputuskan, relokasi puskesmas di lahan itu dilanjutkan atau dihentikan.

Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono mengatakan, pemkab perlu melakukan pertimbangan dan kajian matang. Jika kelak pembangunan gedung lantai dua dilanjutkan di lahan terkait, jangan sampai justru membahayakan masyarakat. Bahkan, mengancam keselamatan pengguna fasilitas layanan kesehatan tersebut. ”Itu kan ditujukan untuk sarana kesehatan. Jadi, kami harapkan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujarnya, Kamis (22/9).

Dipandang secara umum, Ronny menilai keberadaan rongga seluas belasan meter di dasar tanah itu membahayakan. Meski tak berdiri persis di atas bakal bangunan, namun berpotensi tak menstabilkan konstruksi puskesmas. Alhasil, kajian penggunaan wajib dilakukan matang-matang oleh tim teknis setempat. ”Lahannya harus ditinjau lagi, sejauh mana itu bisa ditempati. Apakah sebagian bisa atau tidak sama sekali. Kalau nggak bisa, ya pindah ke tempat lain,” terangnya.

Baca Juga :  Pemkab Pacitan Matangkan Konsep Tiket Terusan ke Sejumlah Destinasi Wisata

Ronny berharap kejadian kali ini menjadi pelajaran bagi Pemkab Pacitan. Utamanya dalam mencari lahan bakal konstruksi pembangunan. Dijadikan pengalaman agar kejadian serupa tak lagi terulang. Terlebih anggaran miliaran rupiah telah dikucurkan guna pembelian dan pemerataan lahan. ”Nanti ke depan diteliti kalau beli lahan. Harus ditinjau lokasinya, survei langsung,” tegasnya.

Meski setengah nasi telah menjadi bubur, Ronny berharap bubur itu tetap dapat diolah baik. Serupa dengan penemuan gua, keberadaannya bisa dimanfaatkan menjadi objek wisata baru bilamana memang gagal difungsikan sebagai puskesmas. ‘’Pemda segera gerak cepat cari lokasi baru, kalau memang setelah ini tidak bisa di sana dan diajukan kembali anggarannya ke DPRD. Toh, puskesmas lama masih digunakan dan pelayanannya masih bisa berjalan,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/