alexametrics
23.3 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Tangkal Bencana, Bupati Pacitan Gelorakan Reboisasi di Seluruh Desa

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Mekar bunga merah muda itu digenggam erat Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji. Bukan sembarang kembang, tanaman itu didapatnya dari KH Fuad Habib Dimyati (Gus Fuad).

Bunga indah itu sengaja dibawa pengasuh Pesantren Tremas itu untuk ditanam di Bukit Semanten saat reboisasi bersama bupati. Agar memperkuat simbol keindahan di kawasan yang digadang menjadi tempat wisata tersebut. Aji, sapaan Indrata Nur Bayuaji, bersama tokoh agama juga menanam ratusan tanaman. Tujuannya menghijaukan kembali kawasan hutan. Penghijauan itu penting untuk mencegah aliran air dari dataran tinggi meluncur bebas ke wilayah perkotaan di bawahnya. ”Kami harapkan reboisasi ini dapat mencegah terjadinya banjir dan longsor,” tutur Aji, Minggu (21/11).

Baca Juga :  354 PPPK Pemkab Pacitan Segera Terima SK Pengangkatan

Bupati berharap reboisasi diteladani desa lain di Pacitan. Minimal, memperbaiki kembali lahan yang rusak usai dipanen masyarakat. Mulai hutan rakyat hingga lereng perbukitan. Timbal baliknya, selain asri, hamparan lahan itu bakal terbebas dari ancaman bencana saat penghujan. ‘’Kami berencana menggencarkan gerakan taman pohon di seluruh desa,” ujarnya.

Tak dimungkiri, banyak terjadi bencana akhir-akhir ini. Rata-rata banjir dan longsor disebabkan luberan air dari dataran tinggi yang tak terbendung lagi. Bahkan, di beberapa titik mengalami banjir batu akibat limpahan material dari pegunungan. ”Mari bersama-sama merawat lingkungan masing-masing agar terjauhkan dari segala bencana,” imbaunya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Mekar bunga merah muda itu digenggam erat Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji. Bukan sembarang kembang, tanaman itu didapatnya dari KH Fuad Habib Dimyati (Gus Fuad).

Bunga indah itu sengaja dibawa pengasuh Pesantren Tremas itu untuk ditanam di Bukit Semanten saat reboisasi bersama bupati. Agar memperkuat simbol keindahan di kawasan yang digadang menjadi tempat wisata tersebut. Aji, sapaan Indrata Nur Bayuaji, bersama tokoh agama juga menanam ratusan tanaman. Tujuannya menghijaukan kembali kawasan hutan. Penghijauan itu penting untuk mencegah aliran air dari dataran tinggi meluncur bebas ke wilayah perkotaan di bawahnya. ”Kami harapkan reboisasi ini dapat mencegah terjadinya banjir dan longsor,” tutur Aji, Minggu (21/11).

Baca Juga :  Cari Calon Kadispendukcapil, Bupati Ponorogo Usul Mendagri

Bupati berharap reboisasi diteladani desa lain di Pacitan. Minimal, memperbaiki kembali lahan yang rusak usai dipanen masyarakat. Mulai hutan rakyat hingga lereng perbukitan. Timbal baliknya, selain asri, hamparan lahan itu bakal terbebas dari ancaman bencana saat penghujan. ‘’Kami berencana menggencarkan gerakan taman pohon di seluruh desa,” ujarnya.

Tak dimungkiri, banyak terjadi bencana akhir-akhir ini. Rata-rata banjir dan longsor disebabkan luberan air dari dataran tinggi yang tak terbendung lagi. Bahkan, di beberapa titik mengalami banjir batu akibat limpahan material dari pegunungan. ”Mari bersama-sama merawat lingkungan masing-masing agar terjauhkan dari segala bencana,” imbaunya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/