alexametrics
23.4 C
Madiun
Tuesday, June 28, 2022

Kontrak Tinggal Sebulan, 24 Nakes Darurat Korona di Pacitan Terancam Menganggur

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Masa kerja tenaga kesahatan (nakes) yang membantu penanganan Covid-19 tinggal hitungan hari. Belum ada kepastian, apakah mereka yang mulai dikontrak sejak Juni 2021 itu bakal diperpanjang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Hendra Purwaka menyebut terdapat 24 nakes yang direkrut di masa darurat korona. Ada yang menjadi cleaning service, petugas pemulasaran jenazah, hingga supir dan tenaga perawat. Tersebar di wisma atlet dan RSUD dr Darsono. Seiring melandainya tren kasus Covid-19 belakangan, mereka diperbantukan dalam percepatan vaksinasi. ‘’Saat ini kita sedang mengkaji tingkat kebutuhannya karena Juni nanti kontraknya habis,’’ jelasnya, Senin (23/5).

Tak ingin habis manis sepah dibuang, Dinkes bakal memperjuangkan kelanjutan kontrak puluhan nakes tersebut. Sebab, jasa mereka cukup tinggi selama mengabdi di masa pandemi. Kehadiran mereka menjadi ‘’oase’’ di tengah kesulitan mencari tenaga tambahan. ‘’Sebenarnya tenaga mereka masih kita butuhkan. Banyak pekerjaan yang masih kosong. Hanya anggarannya terbatas,’’ urainya.

Baca Juga :  Maling Bawa Kabur Kotak Amal Musala, Duit Jamaah Rp 3 Juta Raib

Kini, dinkes tengah menyusun rencana kebutuhan anggaran anyar. Mencari cara guna mengakomodir masa depan 24 nakes terkait. Termasuk mengarahkan mereka untuk mengikuti seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). ‘’Kita tetap usahakan nasib dan kesejahteraannya. Mereka itu  seperti tenaga honorer yang sudah lama mengabdi kepada negara,’’ tuturnya. (gen/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Masa kerja tenaga kesahatan (nakes) yang membantu penanganan Covid-19 tinggal hitungan hari. Belum ada kepastian, apakah mereka yang mulai dikontrak sejak Juni 2021 itu bakal diperpanjang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Hendra Purwaka menyebut terdapat 24 nakes yang direkrut di masa darurat korona. Ada yang menjadi cleaning service, petugas pemulasaran jenazah, hingga supir dan tenaga perawat. Tersebar di wisma atlet dan RSUD dr Darsono. Seiring melandainya tren kasus Covid-19 belakangan, mereka diperbantukan dalam percepatan vaksinasi. ‘’Saat ini kita sedang mengkaji tingkat kebutuhannya karena Juni nanti kontraknya habis,’’ jelasnya, Senin (23/5).

Tak ingin habis manis sepah dibuang, Dinkes bakal memperjuangkan kelanjutan kontrak puluhan nakes tersebut. Sebab, jasa mereka cukup tinggi selama mengabdi di masa pandemi. Kehadiran mereka menjadi ‘’oase’’ di tengah kesulitan mencari tenaga tambahan. ‘’Sebenarnya tenaga mereka masih kita butuhkan. Banyak pekerjaan yang masih kosong. Hanya anggarannya terbatas,’’ urainya.

Baca Juga :  Pacitan Rentan Terpapar Pseudo-Hepatitis

Kini, dinkes tengah menyusun rencana kebutuhan anggaran anyar. Mencari cara guna mengakomodir masa depan 24 nakes terkait. Termasuk mengarahkan mereka untuk mengikuti seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). ‘’Kita tetap usahakan nasib dan kesejahteraannya. Mereka itu  seperti tenaga honorer yang sudah lama mengabdi kepada negara,’’ tuturnya. (gen/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/