alexametrics
27.3 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Dalam Rentang Waktu Sepekan, Enam Kali Diguncang Gempa

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Gempa berkekuatan 5,1 skala Richter (SR) mengguncang Pacitan sekitar pukul 02.33 Senin. Pusat gempa diketahui berada pada 8.98 LS–110.85 BT atau 93 km selatan Pacitan dengan kedalaman 91 kilometer.

Gempa yang terjadi hanya dalam hitungan 5 detik itu sempat membuat warga yang mayoritas sudah terlelap berhamburan keluar rumah karena panik. Mereka khawatir terjadi gelombang tsunami. Sementara, BMKG mengklaim gempa juga dirasakan di beberapa daerah yang berada di Jateng, Jogjakarta, dan sebagian Jatim.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Diannitta Agustinawati mengatakan, gempa terjadi karena aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia. Meski getaran dirasakan kuat oleh masyarakat di pesisir selatan, namun tidak sampai berpotensi tsunami. ‘’Tidak sampai menimbulkan kerusakan bangunan,’’ katanya kemarin.

Baca Juga :  Diterjang Angin Kencang, Warung di Watukarung Roboh

Pihaknya mencatat, dalam sepekan Pacitan sudah diguncang enam kali gempa. Rata-rata kekuatan antara 3–5 SR. Seperti pada Minggu lalu (21/6), gempa berkekuatan 3,2 SR sempat menggoyang tanah kelahiran Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. ‘’Paling besar dini hari tadi (kemarin, Red). Kami berharap masyarakat tidak panik tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan karena bencana bisa datang kapan saja,’’ tutur Diannitta. (mg2/c1/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Gempa berkekuatan 5,1 skala Richter (SR) mengguncang Pacitan sekitar pukul 02.33 Senin. Pusat gempa diketahui berada pada 8.98 LS–110.85 BT atau 93 km selatan Pacitan dengan kedalaman 91 kilometer.

Gempa yang terjadi hanya dalam hitungan 5 detik itu sempat membuat warga yang mayoritas sudah terlelap berhamburan keluar rumah karena panik. Mereka khawatir terjadi gelombang tsunami. Sementara, BMKG mengklaim gempa juga dirasakan di beberapa daerah yang berada di Jateng, Jogjakarta, dan sebagian Jatim.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Diannitta Agustinawati mengatakan, gempa terjadi karena aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia. Meski getaran dirasakan kuat oleh masyarakat di pesisir selatan, namun tidak sampai berpotensi tsunami. ‘’Tidak sampai menimbulkan kerusakan bangunan,’’ katanya kemarin.

Baca Juga :  Banjir Perkotaan Mengkhawatirkan, DPUPR Susun Ulang Masterplan

Pihaknya mencatat, dalam sepekan Pacitan sudah diguncang enam kali gempa. Rata-rata kekuatan antara 3–5 SR. Seperti pada Minggu lalu (21/6), gempa berkekuatan 3,2 SR sempat menggoyang tanah kelahiran Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. ‘’Paling besar dini hari tadi (kemarin, Red). Kami berharap masyarakat tidak panik tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan karena bencana bisa datang kapan saja,’’ tutur Diannitta. (mg2/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/