alexametrics
28.4 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Langka, Sapi Limousin di Pacitan Lahirkan Pedhet Kembar Tiga

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Nasib Mispan, 75, sedang mujur. Warga Dusun Klepu, Desa Ketro, Kebonagung, itu baru saja mendapat tiga ekor pedhet alias anak sapi. Ya, sapi limousin yang dia pelihara beranak tiga sekaligus. ‘’Lahir Selasa (21/6) sekitar pukul 16.00, semuanya betina,’’ kata Mispan, Kamis (23/6).

Mispan sudah lama memelihara sapi. Baru kali ini dia mendapat pedhet kembar tiga. Suami Tukinem itu tak menyangka bakal semujur itu. Sebab, tidak ada tanda-tanda mencurigakan selama si Bibit –nama induk sapi– bunting. ‘’Senang sekali. Biasanya sapi itu melahirkan satu, ini langsung tiga,’’ ungkap Mispan.

Tiga pedhet itu ibarat ganti-untung bagi Mispan. Sebelumnya, Bibit sempat melahirkan seekor anak sapi pada 2020 tapi dalam kondisi mati. Kini, Mispan mendapat berkah lewat indukan yang dipeliharanya sejak umur kurang dari setahun. Bibit dibeli Mispan seharga Rp 14 juta. ’’Alhamdulillah, induk dan anak sehat semua,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pengaspalan Jalan Srau-Watukarung Sisakan 1,7 Kilometer

Mispan sempat waswas atas kelahiran tiga pedhet itu. Dia khawatir susu Bibit tak cukup untuk tiga anaknya. Sebab, indukan merupakan jenis sapi potong yang tidak banyak memproduksi susu. ‘’Semoga tiga-tiganya sehat dan cepat besar,’’ harapnya.

Diketahui, saat ini tengah merebak penyakit mulut dan kuku (PMK). Banyak sapi terjangkit. Bahkan, tak sedikit yang mati. Kelahiran pedhet kembar tiga saat merebaknya wabah PMK menyedot perhatian masyarakat. ‘’Banyak warga datang karena penasaran, ini kejadian langka,’’ kata Tumaji, tetangga Mispan. (hyo/c1/den)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Nasib Mispan, 75, sedang mujur. Warga Dusun Klepu, Desa Ketro, Kebonagung, itu baru saja mendapat tiga ekor pedhet alias anak sapi. Ya, sapi limousin yang dia pelihara beranak tiga sekaligus. ‘’Lahir Selasa (21/6) sekitar pukul 16.00, semuanya betina,’’ kata Mispan, Kamis (23/6).

Mispan sudah lama memelihara sapi. Baru kali ini dia mendapat pedhet kembar tiga. Suami Tukinem itu tak menyangka bakal semujur itu. Sebab, tidak ada tanda-tanda mencurigakan selama si Bibit –nama induk sapi– bunting. ‘’Senang sekali. Biasanya sapi itu melahirkan satu, ini langsung tiga,’’ ungkap Mispan.

Tiga pedhet itu ibarat ganti-untung bagi Mispan. Sebelumnya, Bibit sempat melahirkan seekor anak sapi pada 2020 tapi dalam kondisi mati. Kini, Mispan mendapat berkah lewat indukan yang dipeliharanya sejak umur kurang dari setahun. Bibit dibeli Mispan seharga Rp 14 juta. ’’Alhamdulillah, induk dan anak sehat semua,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pengaspalan Jalan Srau-Watukarung Sisakan 1,7 Kilometer

Mispan sempat waswas atas kelahiran tiga pedhet itu. Dia khawatir susu Bibit tak cukup untuk tiga anaknya. Sebab, indukan merupakan jenis sapi potong yang tidak banyak memproduksi susu. ‘’Semoga tiga-tiganya sehat dan cepat besar,’’ harapnya.

Diketahui, saat ini tengah merebak penyakit mulut dan kuku (PMK). Banyak sapi terjangkit. Bahkan, tak sedikit yang mati. Kelahiran pedhet kembar tiga saat merebaknya wabah PMK menyedot perhatian masyarakat. ‘’Banyak warga datang karena penasaran, ini kejadian langka,’’ kata Tumaji, tetangga Mispan. (hyo/c1/den)

Most Read

Artikel Terbaru

/