alexametrics
25 C
Madiun
Monday, September 26, 2022

KPP Pratama Ponorogo-KPPN Pacitan Dorong UMKM Naik Kelas

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Program business development services (BDS) dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ponorogo, Kamis (22/9). Program ini merupakan salah satu strategi pembinaan dan pengawasan kepada wajib pajak UMKM yang bertujuan untuk mendorong pengembangan usaha.

Kepala KPP Pratama Ponorogo Indra Priyadi mengatakan, program ini sekaligus menjalankan amanat UU 7/2021 tentang harmonisasi peraturan perpajakan serta PP 23/2018 mengenai PPh atas penghasilan usaha yang diterima wajib pajak memiliki peredaran bruto.

Yang mana, dalam implementasinya pajak UMKM di tanggung pemerintah selama pandemi Covid-19. ‘’Untuk tahun 2022 omzet Rp 500 juta pertama bagi usahawan tidak dikenakan pajak. Pengenaan Pajak Penghasilan 0,5 persen baru berlaku untuk (nilai) omzet usaha di atasnya,’’ katanya.

Indra menjelaskan para pelaku UMKM diberikan pelatihan tentang fotografi. Dengan tujuan, supaya bisa menjadi alternatif cara dalam proses marketing produk. ‘’Saya berharap UMKM di Pacitan bisa naik kelas dan konsisten melakukan BDS. Selain itu, para pelaku UMKM ke depannya bisa bergerak, tidak hanya menjual itu saja dan lebih berinovasi,’’ terangnya.

Baca Juga :  Tekan Inflasi, Siagakan Pos Belanja Tak Terduga

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pacitan Ana Sariasih menyatakan dukungannya terhadap pengembangan UMKM. Bahkan, selama ini pihaknya telah memberikan kemudahan pembiayaan bagi para pelaku UMKM melalui program ultra mikro (Umi) dan kredit usaha rakyat (KUR) dengan subsidi bunga.

Kemudian, pihaknya juga memfasilitasi kerja sama antara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) demi mempermudah UMKM agar bisa cepat naik kelas dan mendapatkan peningkatan fasilitas kredit. ‘’Dengan pembelajaran fotografi ini ke depannya diharapkan para pelaku UMKM di Pacitan dapat memperluas pemasaran serta mengetahui bagaimana tips penjualan di media sosial. Saya berharap pelaku UMKM bisa lebih maju dan cepat naik kelas,’’ bebernya.

Terpisah, Istianah yang merupakan pelaku UMKM di Pacitan mengungkapkan bahwa dirinya telah mendapat penjelasan yang gamblang mengenai BDS. Mulai dari mengenai soal pajak, pembiayaan, serta ditambah pelatihan foto produk UMKM. ‘’Melalui platform ini semoga produk kami bisa merambah ke luar Pacitan,’’ harapnya. (uci/her/adv)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Program business development services (BDS) dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ponorogo, Kamis (22/9). Program ini merupakan salah satu strategi pembinaan dan pengawasan kepada wajib pajak UMKM yang bertujuan untuk mendorong pengembangan usaha.

Kepala KPP Pratama Ponorogo Indra Priyadi mengatakan, program ini sekaligus menjalankan amanat UU 7/2021 tentang harmonisasi peraturan perpajakan serta PP 23/2018 mengenai PPh atas penghasilan usaha yang diterima wajib pajak memiliki peredaran bruto.

Yang mana, dalam implementasinya pajak UMKM di tanggung pemerintah selama pandemi Covid-19. ‘’Untuk tahun 2022 omzet Rp 500 juta pertama bagi usahawan tidak dikenakan pajak. Pengenaan Pajak Penghasilan 0,5 persen baru berlaku untuk (nilai) omzet usaha di atasnya,’’ katanya.

Indra menjelaskan para pelaku UMKM diberikan pelatihan tentang fotografi. Dengan tujuan, supaya bisa menjadi alternatif cara dalam proses marketing produk. ‘’Saya berharap UMKM di Pacitan bisa naik kelas dan konsisten melakukan BDS. Selain itu, para pelaku UMKM ke depannya bisa bergerak, tidak hanya menjual itu saja dan lebih berinovasi,’’ terangnya.

Baca Juga :  Datangkan Master Chef, Bekali Pelaku Usaha Kuliner Pacitan

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pacitan Ana Sariasih menyatakan dukungannya terhadap pengembangan UMKM. Bahkan, selama ini pihaknya telah memberikan kemudahan pembiayaan bagi para pelaku UMKM melalui program ultra mikro (Umi) dan kredit usaha rakyat (KUR) dengan subsidi bunga.

Kemudian, pihaknya juga memfasilitasi kerja sama antara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) demi mempermudah UMKM agar bisa cepat naik kelas dan mendapatkan peningkatan fasilitas kredit. ‘’Dengan pembelajaran fotografi ini ke depannya diharapkan para pelaku UMKM di Pacitan dapat memperluas pemasaran serta mengetahui bagaimana tips penjualan di media sosial. Saya berharap pelaku UMKM bisa lebih maju dan cepat naik kelas,’’ bebernya.

Terpisah, Istianah yang merupakan pelaku UMKM di Pacitan mengungkapkan bahwa dirinya telah mendapat penjelasan yang gamblang mengenai BDS. Mulai dari mengenai soal pajak, pembiayaan, serta ditambah pelatihan foto produk UMKM. ‘’Melalui platform ini semoga produk kami bisa merambah ke luar Pacitan,’’ harapnya. (uci/her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/