alexametrics
28.3 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

BMKG Lintas Wilayah Monitor Pacitan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Tiga lembaga kebencanaan sambangi Pacitan kemarin (22/11). BMKG Juanda, Nganjuk, dan Maritim Surabaya mewanti-wanti potensi bencana alam berikut antisipasinya di kala penghujan ini.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pacitan Didik Alih Wibowo mengatakan bahwa kabupaten ini mendapat perhatian lebih. BMKG Juanda memperingatkan dampak fenomena La Nina. BMKG Nganjuk menekankan seputar peringatan dini kebencanaan. Sementara BMKG Maritim Surabaya bicara soal potensi banjir rob. ”Terkait potensi bencana terakhir itu, di Pacitan tak seberbahaya pantai utara, meski potensinya ada,’’ ujar Didik, Selasa (23/11).

BMKG, lanjut Didik, berharap agar Pacitan meningkatkan sistem informasi kewaspadaan bencana daerahnya. Mengingat, ancamannya tak hanya banjir. Melainkan longsor dan puting beliung. Warga diminta selalu waspada dan melek seputar informasi bencana. ”Contoh sederhananya tentang La Nina. Selama ini diartikan sebagai badai, padahal bukan. Kita harus tahu mulai dari hal kecil seperti itu,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Ikan Layur Sepi, Nelayan Andon Enggan Datang

Sebaliknya, BPBD Pacitan juga meminta agar BMKG menspesifikasi informasi kebencanaan dan perkiraan cuacanya. Mulai dari zona maritim, pertanian, hingga wisata dan perikanan. ‘’Bupati minta informasi yang disampaikan BMKG lebih detail di satu wilayahnya, tidak hanya seluruh Indonesia,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Tiga lembaga kebencanaan sambangi Pacitan kemarin (22/11). BMKG Juanda, Nganjuk, dan Maritim Surabaya mewanti-wanti potensi bencana alam berikut antisipasinya di kala penghujan ini.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pacitan Didik Alih Wibowo mengatakan bahwa kabupaten ini mendapat perhatian lebih. BMKG Juanda memperingatkan dampak fenomena La Nina. BMKG Nganjuk menekankan seputar peringatan dini kebencanaan. Sementara BMKG Maritim Surabaya bicara soal potensi banjir rob. ”Terkait potensi bencana terakhir itu, di Pacitan tak seberbahaya pantai utara, meski potensinya ada,’’ ujar Didik, Selasa (23/11).

BMKG, lanjut Didik, berharap agar Pacitan meningkatkan sistem informasi kewaspadaan bencana daerahnya. Mengingat, ancamannya tak hanya banjir. Melainkan longsor dan puting beliung. Warga diminta selalu waspada dan melek seputar informasi bencana. ”Contoh sederhananya tentang La Nina. Selama ini diartikan sebagai badai, padahal bukan. Kita harus tahu mulai dari hal kecil seperti itu,’’ tuturnya.

Baca Juga :  PPDB Sistem Zonasi, SMPN 1 Pacitan Trauma Kekurangan Murid

Sebaliknya, BPBD Pacitan juga meminta agar BMKG menspesifikasi informasi kebencanaan dan perkiraan cuacanya. Mulai dari zona maritim, pertanian, hingga wisata dan perikanan. ‘’Bupati minta informasi yang disampaikan BMKG lebih detail di satu wilayahnya, tidak hanya seluruh Indonesia,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/