27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Imbas Pemekaran Desa, KPU Pacitan Rencana Tambah TPS

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) Pemilu 2024 di Pacitan bakal dievaluasi ulang. Ini setelah ditetapkannya dua desa baru di Kecamatan Tulakan, yakni Ketro dan Ketroharjo.

Ketua KPU Pacitan Sulis Styorini mengatakan saat ini telah disiapkan 2.057 TPS di 166 desa/kelurahan. Jumlah tersebut belum termasuk pemekaran dari Desa Ketro. Yang jelas, menurutnya, hasil pemekaran desa itu telah diatensi.

Sebab, tidak hanya berkaitan dengan jumlah TPS. Tapi, juga menyangkut tentang data pemilih. Sehingga, perlu dilakukannya kembali pemutakhiran data pascapemekaran desa tersebut ditetapkan. ‘’Kartu tanda penduduk (KTP)-nya kan juga harus berubah sesuai nama desanya,’’ ujarnya, Rabu (23/11).

Baca Juga :  316 Pelamar CPNS Gugur sebelum Bertempur

Jika memang sudah didok, lanjut Rini, pihaknya tentu akan menyesuaikan diri. Termasuk memetakan kebutuhan panitia pemungutan suara (PPS) di dua desa hasil pemekaran tersebut. ‘’Karena bulan depan kami sudah mulai melakukan rekrutmen PPS. Jadi, perlu tidaknya PPS Ketroharjo itu kami perhatikan betul,’’ katanya.

Selain itu, kata Rini, pihaknya juga tengah intens memetakan TPS khusus saat masa coblosan Pemilu 2024 mendatang. Baik itu di Rutan, pondok pesantren (ponpes), PLTU maupun pelabuhan. ‘’Wilayah khusus ini sedang kami jajaki. Jadi, besar kemungkinan tempat-tempat keramaian lain juga kami tempatkan TPS baru,’’ jelasnya. (gen/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) Pemilu 2024 di Pacitan bakal dievaluasi ulang. Ini setelah ditetapkannya dua desa baru di Kecamatan Tulakan, yakni Ketro dan Ketroharjo.

Ketua KPU Pacitan Sulis Styorini mengatakan saat ini telah disiapkan 2.057 TPS di 166 desa/kelurahan. Jumlah tersebut belum termasuk pemekaran dari Desa Ketro. Yang jelas, menurutnya, hasil pemekaran desa itu telah diatensi.

Sebab, tidak hanya berkaitan dengan jumlah TPS. Tapi, juga menyangkut tentang data pemilih. Sehingga, perlu dilakukannya kembali pemutakhiran data pascapemekaran desa tersebut ditetapkan. ‘’Kartu tanda penduduk (KTP)-nya kan juga harus berubah sesuai nama desanya,’’ ujarnya, Rabu (23/11).

Baca Juga :  Yoga Pangestu, Komika Pacitan yang Namanya Mulai Diperhitungkan

Jika memang sudah didok, lanjut Rini, pihaknya tentu akan menyesuaikan diri. Termasuk memetakan kebutuhan panitia pemungutan suara (PPS) di dua desa hasil pemekaran tersebut. ‘’Karena bulan depan kami sudah mulai melakukan rekrutmen PPS. Jadi, perlu tidaknya PPS Ketroharjo itu kami perhatikan betul,’’ katanya.

Selain itu, kata Rini, pihaknya juga tengah intens memetakan TPS khusus saat masa coblosan Pemilu 2024 mendatang. Baik itu di Rutan, pondok pesantren (ponpes), PLTU maupun pelabuhan. ‘’Wilayah khusus ini sedang kami jajaki. Jadi, besar kemungkinan tempat-tempat keramaian lain juga kami tempatkan TPS baru,’’ jelasnya. (gen/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/