23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Yoyok Walk Out, APBD Pacitan 2023 Tetap Didok

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Rapat paripurna pengambilan keputusan Raperda APBD Pacitan 2023, Selasa (22/11) diwarnai aksi walk out. Anggota Fraksi Keadilan Pembangunan Handaya Aji memilih keluar saat sebelum raperda APBD 2023 didok oleh pimpinan rapat paripurna DPRD Fibi Irawan.

‘’Saya izin keluar (walk out) dari rapat paripurna ini,’’ katanya di tengah suasana rapat paripurna yang juga dihadiri Bupati Indrata Nur Bayuaji itu.

Sebelum melangkah keluar, Yoyok –sapaan akrab Handaya Aji– sempat menyampaikan hak imunitasnya. Dia menyinggung soal tak disampaikannya kembali dalam pembahasan antara DPRD dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) mengenai penggunaan belanja daerah tahun 2023. Padahal, terdapat penurunan dana alokasi umum (DAU) dibandingkan saat penyampaian nota keuangan oleh bupati awal Oktober lalu.

Yoyok menilai hal itu bertentangan dengan kepentingan masyarakat yang menginginkan adanya transparansi anggaran dalam setiap penggunaannya. ‘’Sebelumnya, kami sempat lakukan pembahasan raperda APBD 2023 hingga tengah malam, tapi angkanya tidak jelas dan nggak detail,’’ ujar politisi PKS itu.

Baca Juga :  Usulan KH Hamid Dimyati Jadi Pahlawan Nasional Didukung Keluarga-Ponpes Tremas

Menurut Yoyok, revisi penggunaan belanja daerah setelah diketahuinya bahwa realisasi dana transfer turun tentu perlu dibeberkan. Karena terdapat selisih sekitar Rp 50 miliar dari nota keuangan yang sempat disampaikan oleh Bupati Aji. ‘’Kondisi ini saya lihat bentuk dari kurangnya transparansi pemkab. Dan, ada hal yang ditutupi,’’ sebut anggota Komisi II DPRD Pacitan tersebut.

Atas kondisi itu, Yoyok bakal bersurat ke TAPD untuk dilakukan audiensi sebelum dokumen raperda APBD 2023 disetorkan ke gubernur guna dievaluasi. ‘’Karena ringkasan belum juga dikirim sampai saat ini, jadi tidak terbaca berapa besarannya sampai APBD 2023 ditetapkan menjadi perda,’’ terangnya.

Meski diwarnai aksi walk out oleh Handaya Aji, raperda APBD 2023 tetap didok. Seluruh fraksi DPRD menyetujui raperda APBD 2023 ditetapkan menjadi perda. (gen/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Rapat paripurna pengambilan keputusan Raperda APBD Pacitan 2023, Selasa (22/11) diwarnai aksi walk out. Anggota Fraksi Keadilan Pembangunan Handaya Aji memilih keluar saat sebelum raperda APBD 2023 didok oleh pimpinan rapat paripurna DPRD Fibi Irawan.

‘’Saya izin keluar (walk out) dari rapat paripurna ini,’’ katanya di tengah suasana rapat paripurna yang juga dihadiri Bupati Indrata Nur Bayuaji itu.

Sebelum melangkah keluar, Yoyok –sapaan akrab Handaya Aji– sempat menyampaikan hak imunitasnya. Dia menyinggung soal tak disampaikannya kembali dalam pembahasan antara DPRD dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) mengenai penggunaan belanja daerah tahun 2023. Padahal, terdapat penurunan dana alokasi umum (DAU) dibandingkan saat penyampaian nota keuangan oleh bupati awal Oktober lalu.

Yoyok menilai hal itu bertentangan dengan kepentingan masyarakat yang menginginkan adanya transparansi anggaran dalam setiap penggunaannya. ‘’Sebelumnya, kami sempat lakukan pembahasan raperda APBD 2023 hingga tengah malam, tapi angkanya tidak jelas dan nggak detail,’’ ujar politisi PKS itu.

Baca Juga :  Masyarakat-Pemkab Pacitan Perkuat Mitigasi Hadapi Potensi Tsunami

Menurut Yoyok, revisi penggunaan belanja daerah setelah diketahuinya bahwa realisasi dana transfer turun tentu perlu dibeberkan. Karena terdapat selisih sekitar Rp 50 miliar dari nota keuangan yang sempat disampaikan oleh Bupati Aji. ‘’Kondisi ini saya lihat bentuk dari kurangnya transparansi pemkab. Dan, ada hal yang ditutupi,’’ sebut anggota Komisi II DPRD Pacitan tersebut.

Atas kondisi itu, Yoyok bakal bersurat ke TAPD untuk dilakukan audiensi sebelum dokumen raperda APBD 2023 disetorkan ke gubernur guna dievaluasi. ‘’Karena ringkasan belum juga dikirim sampai saat ini, jadi tidak terbaca berapa besarannya sampai APBD 2023 ditetapkan menjadi perda,’’ terangnya.

Meski diwarnai aksi walk out oleh Handaya Aji, raperda APBD 2023 tetap didok. Seluruh fraksi DPRD menyetujui raperda APBD 2023 ditetapkan menjadi perda. (gen/her)

Most Read

Artikel Terbaru