alexametrics
24.7 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Serangan Nyamuk Aedes Aegypti Teror Balita

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus demam berdarah dengue masih menghantui Pacitan. Di awal tahun ini saja, delapan pasien telah dirujuk ke rumah sakit usai tergigit nyamuk Aedes aegypti. Bahkan, seorang di antaranya balita, asal Kelurahan Pucangsewu, Pacitan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Hendra Purwaka mengatakan, demam berdarah dengue sejatinya bukan penyakit mematikan. Asalkan penanganan yang diberikan tepat dan cepat. Khususnya pada tiga hari awal timbul gejala demam tinggi. ”Jangan banyak bergerak kalau sudah parah. Kalau sudah lebih dari tujuh hari, lekas dibawa ke puskesmas atau rumah sakit,’’ ujarnya, Senin (24/1/2022).

Hendra mengungkapkan, di tahun lalu DBD menjangkiti 167 warga. Dua di antaranya meninggal dunia. Meski terbilang banyak, namun jumlah kasus menurun ketimbang periode sebelumnya. Seiring meningkatnya pemahaman masyarakat akan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk (PSN). ‘’Kami arahkan warga agar senantiasa menjaga hidup bersih. Sering kerja bakti di lingkungan sekitar rumah,’’ imbaunya.

Baca Juga :  Anggarkan Rp 9,9 Miliar Bebaskan Lahan dan Perbaiki Jalan Srau-Watukarung

Hendra tak menampik DBD sudah endemik di beberapa kecamatan. Seperti Arjosari dan kecamatan Kota. Maklum, dua wilayah itu padat penduduk. Juga banyak lahan kosong dan area persawahan yang dapat dijadikan tempat bertelur nyamuk. ‘’Kami bantu fogging di beberapa wilayah, walaupun lebih efektif menggiatkan PSN secara rutin,’’ tuturnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus demam berdarah dengue masih menghantui Pacitan. Di awal tahun ini saja, delapan pasien telah dirujuk ke rumah sakit usai tergigit nyamuk Aedes aegypti. Bahkan, seorang di antaranya balita, asal Kelurahan Pucangsewu, Pacitan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Hendra Purwaka mengatakan, demam berdarah dengue sejatinya bukan penyakit mematikan. Asalkan penanganan yang diberikan tepat dan cepat. Khususnya pada tiga hari awal timbul gejala demam tinggi. ”Jangan banyak bergerak kalau sudah parah. Kalau sudah lebih dari tujuh hari, lekas dibawa ke puskesmas atau rumah sakit,’’ ujarnya, Senin (24/1/2022).

Hendra mengungkapkan, di tahun lalu DBD menjangkiti 167 warga. Dua di antaranya meninggal dunia. Meski terbilang banyak, namun jumlah kasus menurun ketimbang periode sebelumnya. Seiring meningkatnya pemahaman masyarakat akan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk (PSN). ‘’Kami arahkan warga agar senantiasa menjaga hidup bersih. Sering kerja bakti di lingkungan sekitar rumah,’’ imbaunya.

Baca Juga :  Operasi Tumpas Narkoba, Pengendara Dirazia dan Dites Urin

Hendra tak menampik DBD sudah endemik di beberapa kecamatan. Seperti Arjosari dan kecamatan Kota. Maklum, dua wilayah itu padat penduduk. Juga banyak lahan kosong dan area persawahan yang dapat dijadikan tempat bertelur nyamuk. ‘’Kami bantu fogging di beberapa wilayah, walaupun lebih efektif menggiatkan PSN secara rutin,’’ tuturnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/