alexametrics
28.1 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

KTP Kedaluwarsa, Bisa Gagal Vaksin

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Problem klasik kependudukan masih kerap terjadi di Pacitan. Dinas kependudukan dan catatan sipil (disdukcapil) masih mendapati ada warga belum terekam kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) hingga belum terdata di kementerian. 

Kepala Disdukcapil Supardianto mengatakan, berbagai temuan itu muncul saat vaksinasi. Kala itu, beberapa warga ditemukan gagal mendaftar jelang pelaksanaan antibodi korona tersebut. Sebab, nomor induk kependudukan (NIK) yang dimasukkan petugas tidak ditemukan dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Meskipun calon peserta vaksinasi itu telah memiliki NIK dan kartu indentitas. ‘’Temuan itu sudah kami konfirmasi dan update datanya,’’ ujar Supardianto, Selasa (25/1).

Menurut dia, kasus tersebut muncul lantaran KTP yang dipegang warga masuk data lawas di bawah 2010 hingga belum terunggah ke data SIAK. Biasanya, data kependudukan itu belum mengalami perubahan dalam 10 tahun belakangan. ‘’Kami tidak tahu persisnya berapa, tapi kemarin sudah kami update semua via server,’’ ungkapnya. 

Baca Juga :  Jembatan Banjarsari 2 Melintir Gara-gara Lubang Baut

Selain update data, disdukcapil telah memusnahkan ribuan KTP setiap tahunnya. Alasannya, kartu identitas itu tak bisa lagi digunakan. Lantaran rusak, pindah alamat, terkelupas, atau salah cetak. Data 2020 silam, sedikitnya 24.755 KTP dibakar. Setahun berikutnya 25.119 KTP juga telah dihanguskan. ‘’KTP rusak kami data setiap hari,’’ ujarnya. (gen/c1/fin/her) 

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Problem klasik kependudukan masih kerap terjadi di Pacitan. Dinas kependudukan dan catatan sipil (disdukcapil) masih mendapati ada warga belum terekam kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) hingga belum terdata di kementerian. 

Kepala Disdukcapil Supardianto mengatakan, berbagai temuan itu muncul saat vaksinasi. Kala itu, beberapa warga ditemukan gagal mendaftar jelang pelaksanaan antibodi korona tersebut. Sebab, nomor induk kependudukan (NIK) yang dimasukkan petugas tidak ditemukan dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Meskipun calon peserta vaksinasi itu telah memiliki NIK dan kartu indentitas. ‘’Temuan itu sudah kami konfirmasi dan update datanya,’’ ujar Supardianto, Selasa (25/1).

Menurut dia, kasus tersebut muncul lantaran KTP yang dipegang warga masuk data lawas di bawah 2010 hingga belum terunggah ke data SIAK. Biasanya, data kependudukan itu belum mengalami perubahan dalam 10 tahun belakangan. ‘’Kami tidak tahu persisnya berapa, tapi kemarin sudah kami update semua via server,’’ ungkapnya. 

Baca Juga :  Tri Winarto dan Bharatu David, Duo Penjaga Pantai Teleng Ria

Selain update data, disdukcapil telah memusnahkan ribuan KTP setiap tahunnya. Alasannya, kartu identitas itu tak bisa lagi digunakan. Lantaran rusak, pindah alamat, terkelupas, atau salah cetak. Data 2020 silam, sedikitnya 24.755 KTP dibakar. Setahun berikutnya 25.119 KTP juga telah dihanguskan. ‘’KTP rusak kami data setiap hari,’’ ujarnya. (gen/c1/fin/her) 

Most Read

Artikel Terbaru

/