alexametrics
25.2 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Jam Malam Diolor

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Kebijakan adopsi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Pacitan berlanjut. Meski bukan daerah yang wajib melaksanakan, namun pemkab setempat ikut menyesuaikan perpanjangan hingga 8 Februari mendatang. ‘’Tetap akan dilanjutkan sesuai peraturan Mendagri yang baru,’’ kata Bupati Pacitan Indartato Senin (25/1).

Keputusan tersebut diambil menyusul tingginya angka kasus Covid-19 di Kota 1.001 Gua. Bahkan, di Kecamatan Pacitan (kota), puluhan pasien baru bermunculan setiap hari. Dia khawatir jika dihentikan kasus kian melonjak. Bahkan menyeret Pacitan ke zona merah, seperti lima daerah di Madiun Raya saat ini. ‘’Sementara tidak ada perubahan (PPKM, Red). Karena ini masalah kita bersama, harus kita tangani,’’ tegas Pak In, sapaan Indartato.

Baca Juga :  Dihukum Push-Up, Menyanyi, hingga Menghafal Pancasila

Menurut dia, pembatasan bakal menyadarkan masyarakat akan bahaya virus korona. Juga agar mengikuti imbauan pemerintah terkait penerapan protokol kesehatan (prokes). Temuan baru seperti adanya ratusan pedagang Pasar Minulyo yang reaktif rapid test antibodi juga jadi pertimbangan. ‘’Para pedagang kami minta taat jam malam, dan warga kami harapkan jangan berkerumun,’’ pintanya. (gen/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Kebijakan adopsi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Pacitan berlanjut. Meski bukan daerah yang wajib melaksanakan, namun pemkab setempat ikut menyesuaikan perpanjangan hingga 8 Februari mendatang. ‘’Tetap akan dilanjutkan sesuai peraturan Mendagri yang baru,’’ kata Bupati Pacitan Indartato Senin (25/1).

Keputusan tersebut diambil menyusul tingginya angka kasus Covid-19 di Kota 1.001 Gua. Bahkan, di Kecamatan Pacitan (kota), puluhan pasien baru bermunculan setiap hari. Dia khawatir jika dihentikan kasus kian melonjak. Bahkan menyeret Pacitan ke zona merah, seperti lima daerah di Madiun Raya saat ini. ‘’Sementara tidak ada perubahan (PPKM, Red). Karena ini masalah kita bersama, harus kita tangani,’’ tegas Pak In, sapaan Indartato.

Baca Juga :  Potensi Gempa Bumi Picu Tsunami Setinggi 25 Meter Ancam Pesisir Selatan Jatim

Menurut dia, pembatasan bakal menyadarkan masyarakat akan bahaya virus korona. Juga agar mengikuti imbauan pemerintah terkait penerapan protokol kesehatan (prokes). Temuan baru seperti adanya ratusan pedagang Pasar Minulyo yang reaktif rapid test antibodi juga jadi pertimbangan. ‘’Para pedagang kami minta taat jam malam, dan warga kami harapkan jangan berkerumun,’’ pintanya. (gen/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/