alexametrics
26.6 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Dokter Puskesmas Belum Merata, Dinkes Pacitan Sekolahkan Tenaga Lokal

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Dunia kesehatan senasib dengan pendidikan. Jumlah tenaga yang dikerahkan belum sebanding dengan kebutuhan pelayanan. Beberapa puskesmas di Pacitan hanya diampu satu dokter.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Hendara Purwaka mengatakan, saat ini terdapat 43 dokter yang tersebar di 24 puskesmas. Sebarannya belum merata. Saban pos layanan kesehatan itu ada yang digawangi satu hingga tiga dokter. Idealnya, tiap puskesmas diampu dua dokter.

Demi memenuhi tingginya permintaan layanan kesehatan, akhirnya mengandalkan tenaga kontrak. ‘’Idealnya 48 dokter, tapi sementara ini kami alokasikan sesuai tingkat kebutuhannya dulu,’’ ujarnya, Kamis (26/5).

Pembagian jumlah dokter itu, diakui Hendra, susah-susah gampang. Meski ada lowongan, animo pendaftar terbilang sepi bila dibandingkan daerah lain. Selain faktor penempatan, besaran gaji hingga fasilitas dan tunjangan turut memengaruhi semangat mengabdi.

Baca Juga :  Siswa SD di Pacitan Tak Keder Ujian Komputer

Berbeda dengan ASN, dokter di Pacitan hanya menerima tunjangan jasa pelayanan (jaspel) selain gaji pokok. ‘’Jaspel itu kalau pasiennya banyak, tunjangannya juga banyak. Kalau sedikit, ya sedikit take home pay-nya,’’ ungkapnya.

Saat ini dinkes terus menggenjot peningkatan SDM. Ada rencana menyekolahkan beberapa dokter demi memeratakan kebutuhan tenaga di masa depan. Sembari merancang peningkatan fasilitas bagi dokter. ‘’Kami berusaha memberikan tunjangan yang lebih layak. Tetap kami usulkan walaupun anggarannya terbatas,’’ tuturnya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Dunia kesehatan senasib dengan pendidikan. Jumlah tenaga yang dikerahkan belum sebanding dengan kebutuhan pelayanan. Beberapa puskesmas di Pacitan hanya diampu satu dokter.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Hendara Purwaka mengatakan, saat ini terdapat 43 dokter yang tersebar di 24 puskesmas. Sebarannya belum merata. Saban pos layanan kesehatan itu ada yang digawangi satu hingga tiga dokter. Idealnya, tiap puskesmas diampu dua dokter.

Demi memenuhi tingginya permintaan layanan kesehatan, akhirnya mengandalkan tenaga kontrak. ‘’Idealnya 48 dokter, tapi sementara ini kami alokasikan sesuai tingkat kebutuhannya dulu,’’ ujarnya, Kamis (26/5).

Pembagian jumlah dokter itu, diakui Hendra, susah-susah gampang. Meski ada lowongan, animo pendaftar terbilang sepi bila dibandingkan daerah lain. Selain faktor penempatan, besaran gaji hingga fasilitas dan tunjangan turut memengaruhi semangat mengabdi.

Baca Juga :  Pacitan Diguncang Gempa Dua Kali saat Dini Hari

Berbeda dengan ASN, dokter di Pacitan hanya menerima tunjangan jasa pelayanan (jaspel) selain gaji pokok. ‘’Jaspel itu kalau pasiennya banyak, tunjangannya juga banyak. Kalau sedikit, ya sedikit take home pay-nya,’’ ungkapnya.

Saat ini dinkes terus menggenjot peningkatan SDM. Ada rencana menyekolahkan beberapa dokter demi memeratakan kebutuhan tenaga di masa depan. Sembari merancang peningkatan fasilitas bagi dokter. ‘’Kami berusaha memberikan tunjangan yang lebih layak. Tetap kami usulkan walaupun anggarannya terbatas,’’ tuturnya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/