alexametrics
23.7 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Jika CJH Ada yang Positif Covid-19, Ikut Kloter Berikutnya

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kabupaten Pacitan memperoleh kuota calon jemaah haji (CJH) tahun ini sebanyak 54 kursi. Tiga CJH tertunda, disusul tambahan dua jemaah. Total 53 CJH yang bakal diberangkatkan ke Tanah Suci pada 6 Juni mendatang.

Kepala Kantor Kemenag Pacitan M. Nasim mengatakan, kuota yang diperoleh tahun ini tidaklah seberapa. Masih jauh bila dibandingkan dengan kuota tahun sebelumnya. Meski terbatas, pemberangkatan di tahun ini tetap menjadi pengobat rindu bagi CJH yang selama ini mengantre keberangkatan haji. ‘’Ada puluhan CJH lansia yang tertunda keberangkatannya di tahun ini,’’ ujarnya, Kamis (26/5).

Bukan tanpa alasan pemerintah Arab Saudi membatasi kuota CJH di tahun ini. Selain mengantisipasi penularan Covid-19, kondisi cuaca di Tanah Suci saat ini sedang terik-teriknya. Jika CJH lansia dipaksakan berangkat, dikhawatirkan mengganggu kesehatan. ‘’Sebelum berangkat, CJH wajib tes PCR. Kalau positif nanti ikut kloter (kelompok terbang) berikutnya,’’ jelas Nasim.

Baca Juga :  30 SMPN di Pacitan Buka PPDB Online

Lantaran pemberangkatan tinggal menghitung hari, Nasim berharap seluruh CJH menjaga kesehatannya sedari sekarang. Juga, mematuhi protokol kesehatan selama beribadah di Tanah Suci. Sembari mempersiapkan bekal dan mematangkan latihan sebelum keberangkatan. ‘’Nanti kami menggelar manasik agar jemaah semakin siap,’’ tuturnya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kabupaten Pacitan memperoleh kuota calon jemaah haji (CJH) tahun ini sebanyak 54 kursi. Tiga CJH tertunda, disusul tambahan dua jemaah. Total 53 CJH yang bakal diberangkatkan ke Tanah Suci pada 6 Juni mendatang.

Kepala Kantor Kemenag Pacitan M. Nasim mengatakan, kuota yang diperoleh tahun ini tidaklah seberapa. Masih jauh bila dibandingkan dengan kuota tahun sebelumnya. Meski terbatas, pemberangkatan di tahun ini tetap menjadi pengobat rindu bagi CJH yang selama ini mengantre keberangkatan haji. ‘’Ada puluhan CJH lansia yang tertunda keberangkatannya di tahun ini,’’ ujarnya, Kamis (26/5).

Bukan tanpa alasan pemerintah Arab Saudi membatasi kuota CJH di tahun ini. Selain mengantisipasi penularan Covid-19, kondisi cuaca di Tanah Suci saat ini sedang terik-teriknya. Jika CJH lansia dipaksakan berangkat, dikhawatirkan mengganggu kesehatan. ‘’Sebelum berangkat, CJH wajib tes PCR. Kalau positif nanti ikut kloter (kelompok terbang) berikutnya,’’ jelas Nasim.

Baca Juga :  Mepet Lebaran, Harga Sejumlah Komoditi Pangan di Pacitan Mulai Tak Stabil

Lantaran pemberangkatan tinggal menghitung hari, Nasim berharap seluruh CJH menjaga kesehatannya sedari sekarang. Juga, mematuhi protokol kesehatan selama beribadah di Tanah Suci. Sembari mempersiapkan bekal dan mematangkan latihan sebelum keberangkatan. ‘’Nanti kami menggelar manasik agar jemaah semakin siap,’’ tuturnya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/