alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, July 2, 2022

Nenek di Pacitan Ini Batal Berangkat Haji Setelah 11 Tahun Menanti

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Air mata Mbah Muti tak terbendung lagi. Kakinya lemas seakan tak percaya ketika mendengar kabar dari kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pacitan pagi itu. Dia belum dapat menunaikan rukun Islam yang kelima.

Mendaftar sejak 2011 silam, semestinya berangkat 2020. Namun, saat itu dunia masih dilanda pandemi. Setelah bersabar dua tahun, angin segar sempat didapatinya ketika Kemenag setempat meminta CJH dari lingkungan Slagi, Kelurahan/Kecamatan Pacitan, itu memperbarui berkas pendaftarannya, dua bulan lalu. ‘’Saya ambil foto terbaru dan mengantarkan beberapa berkas untuk persiapan berangkat haji di tahun ini,’’ ungkap Mbah Muti, Kamis (26/5).

Besarnya harapan itu seketika pupus begitu nenek 75 tahun tersebut tiba di kantor Kemenag Pacitan. Nenek sembilan cucu itu harus menerima kenyataan bahwa sekarang pemerintah Arab Saudi membatasi usia CJH maksimal 65 tahun. Padahal, beberapa persiapan dan perbekalan haji telah disediakannya. ‘’Sedih sekali tidak bisa berangkat tahun ini. Saya sudah menanti 11 tahun,’’ ujarnya.

Baca Juga :  4.000-an Lembar Suket Masih Beredar di Pacitan

Meski pemberangkatan haji tinggal menghitung hari, namun Mbah Muti tetap membulatkan tekad untuk berangkat ke Tanah Suci. Nenek tiga buyut itu siap bila sewaktu-waktu ikut dipanggil untuk berangkat tahun ini. ‘’Tetap kepengin berangkat karena sudah lama menunggu,’’ tuturnya.

Else Wahyuni menyampaikan bahwa ibunya sudah sangat menginginkan berangkat haji. Sebagai anak, dia pun turut bersedih. Untuk melipur lara, Mbah Muti menyempatkan umrah. ‘’Ibu baru pulang umrah dua hari ini,’’ sebutnya. *** (gen/fin/c1)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Air mata Mbah Muti tak terbendung lagi. Kakinya lemas seakan tak percaya ketika mendengar kabar dari kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pacitan pagi itu. Dia belum dapat menunaikan rukun Islam yang kelima.

Mendaftar sejak 2011 silam, semestinya berangkat 2020. Namun, saat itu dunia masih dilanda pandemi. Setelah bersabar dua tahun, angin segar sempat didapatinya ketika Kemenag setempat meminta CJH dari lingkungan Slagi, Kelurahan/Kecamatan Pacitan, itu memperbarui berkas pendaftarannya, dua bulan lalu. ‘’Saya ambil foto terbaru dan mengantarkan beberapa berkas untuk persiapan berangkat haji di tahun ini,’’ ungkap Mbah Muti, Kamis (26/5).

Besarnya harapan itu seketika pupus begitu nenek 75 tahun tersebut tiba di kantor Kemenag Pacitan. Nenek sembilan cucu itu harus menerima kenyataan bahwa sekarang pemerintah Arab Saudi membatasi usia CJH maksimal 65 tahun. Padahal, beberapa persiapan dan perbekalan haji telah disediakannya. ‘’Sedih sekali tidak bisa berangkat tahun ini. Saya sudah menanti 11 tahun,’’ ujarnya.

Baca Juga :  11 Ribu Warga Miskin Pacitan Gigit Jari, BST Resmi Dihentikan

Meski pemberangkatan haji tinggal menghitung hari, namun Mbah Muti tetap membulatkan tekad untuk berangkat ke Tanah Suci. Nenek tiga buyut itu siap bila sewaktu-waktu ikut dipanggil untuk berangkat tahun ini. ‘’Tetap kepengin berangkat karena sudah lama menunggu,’’ tuturnya.

Else Wahyuni menyampaikan bahwa ibunya sudah sangat menginginkan berangkat haji. Sebagai anak, dia pun turut bersedih. Untuk melipur lara, Mbah Muti menyempatkan umrah. ‘’Ibu baru pulang umrah dua hari ini,’’ sebutnya. *** (gen/fin/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/