27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Perda Retribusi TPI Tamperan Mendesak Diperbarui, Besaran Pungutan Disesuaikan

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Perda 18/2011 tentang Retribusi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tamperan mendesak diperbarui. Lantaran sudah tak relevan dengan perkembangan zaman. Besaran tarifnya perlu diatur ulang.

Kepala Dinas Perikanan Pacitan Supomo mengatakan, pembaruan Perda Retribusi TPI perlu disegerakan seiring adanya penggabungan sejumlah perda. Rencananya, seluruh peraturan yang berkenaan dengan pungutan bakal dimasukkan dalam pajak daerah dan retribusi daerah (PDRD).

Mumpung revisi besar-besaran, beberapa aturan lawas perlu ditinjau ulang. Tak terkecuali, Perda Retribusi TPI yang ditetapkan sejak Desember 2011 silam. ‘’Usulan draf raperdanya sudah kami ajukan ke bagian hukum,’’ ujarnya.

Supomo tak menampik, retribusi hasil tangkapan ikan bakal mengalami peningkatan. Hal itu lumrah adanya mengingat ketentuan besaran tarif belum mengalami perubahan sejak 11 tahun terakhir. ‘’Nilai rupiah sudah berbeda. Kami rasa ini konsekuensi logis,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Jembatan Banjarsari Menunggu Kajian Dirjen Binamarga

Supomo enggan memerinci pasti besaran tarif anyar tersebut. Sebab, pengajuan yang dilakukan masih tahap awal. Ke depan, masih perlu sinkronisasi dengan DPRD Pacitan.

Setidaknya, pembaruan aturan ini dapat menjadi opsi pendapatan daerah ke depan. Aturan baru juga mengatur lokasi lain untuk penurunan dan pelelangan ikan. ‘’Perda lama memang sudah saatnya ditinjau kembali,’’ tegasnya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Perda 18/2011 tentang Retribusi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tamperan mendesak diperbarui. Lantaran sudah tak relevan dengan perkembangan zaman. Besaran tarifnya perlu diatur ulang.

Kepala Dinas Perikanan Pacitan Supomo mengatakan, pembaruan Perda Retribusi TPI perlu disegerakan seiring adanya penggabungan sejumlah perda. Rencananya, seluruh peraturan yang berkenaan dengan pungutan bakal dimasukkan dalam pajak daerah dan retribusi daerah (PDRD).

Mumpung revisi besar-besaran, beberapa aturan lawas perlu ditinjau ulang. Tak terkecuali, Perda Retribusi TPI yang ditetapkan sejak Desember 2011 silam. ‘’Usulan draf raperdanya sudah kami ajukan ke bagian hukum,’’ ujarnya.

Supomo tak menampik, retribusi hasil tangkapan ikan bakal mengalami peningkatan. Hal itu lumrah adanya mengingat ketentuan besaran tarif belum mengalami perubahan sejak 11 tahun terakhir. ‘’Nilai rupiah sudah berbeda. Kami rasa ini konsekuensi logis,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Dokter-Nakes di Pacitan Tolak RUU Omnibus Law Kesehatan

Supomo enggan memerinci pasti besaran tarif anyar tersebut. Sebab, pengajuan yang dilakukan masih tahap awal. Ke depan, masih perlu sinkronisasi dengan DPRD Pacitan.

Setidaknya, pembaruan aturan ini dapat menjadi opsi pendapatan daerah ke depan. Aturan baru juga mengatur lokasi lain untuk penurunan dan pelelangan ikan. ‘’Perda lama memang sudah saatnya ditinjau kembali,’’ tegasnya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/