23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Jangan Sepelekan Varian Baru Covid-19, Ada 24 Kasus Aktif di Pacitan

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Virus penyebab Covid-19 terus bermutasi. Setelah sebelumnya Omicron BA.4 dan BA.5 menjadi dominan, kini subvarian XBB, Omicron BQ.1 serta BQ.1.1 mendorong peningkatan kasus di sejumlah daerah.

Dinas kesehatan (Dinkes) mencatat saat ini terdapat 24 warga yang positif korona. Dari jumlah tersebut, tak ada satu pun yang dinyatakan terpapar subvarian XBB, Omicron BQ.1 dan BQ.1.1. Meski demikian, dinkes tetap waspada.

‘’Kalau sampai saat ini kami belum temukan adanya varian baru yang masuk. Tapi, kami tetap waspada,’’ kata Kadinkes Pacitan dr Hendra Purwakan, Jumat (25/11).

Sebab, menurut dia, tingkat penularan varian baru Covid-19 ini termasuk cepat. Diawali dengan tanda-tanda penurunan kondisi badan, batuk, dan pilek. Hendra berharap warga membatasi mobilisasi kegiatan yang tidak penting untuk mencegah tertularnya varian XBB, Omicron BQ.1 maupun BQ.1.1.

Baca Juga :  Massa PMII Demo Tuntut Normalisasi Grindulu

‘’Sebentar lagi masuk akhir tahun. Dan, Pacitan menjadi daerah jujukan wisatawan dari luar daerah. Tentu itu patut diwaspadai,’’ tuturnya.

Di sisi lain, sampai saat ini pemerintah belum menghapus kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sehingga, pemeriksaan secara berkala perlu dilakukan kepada masyarakat. Termasuk meningkatkan capaian vaksinasi.

‘’Utamanya yang (capaian) vaksinasi booster ini terus kami kejar. Karena capainnya baru 30 persenan,’’ ungkap mantan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) itu. (gen/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Virus penyebab Covid-19 terus bermutasi. Setelah sebelumnya Omicron BA.4 dan BA.5 menjadi dominan, kini subvarian XBB, Omicron BQ.1 serta BQ.1.1 mendorong peningkatan kasus di sejumlah daerah.

Dinas kesehatan (Dinkes) mencatat saat ini terdapat 24 warga yang positif korona. Dari jumlah tersebut, tak ada satu pun yang dinyatakan terpapar subvarian XBB, Omicron BQ.1 dan BQ.1.1. Meski demikian, dinkes tetap waspada.

‘’Kalau sampai saat ini kami belum temukan adanya varian baru yang masuk. Tapi, kami tetap waspada,’’ kata Kadinkes Pacitan dr Hendra Purwakan, Jumat (25/11).

Sebab, menurut dia, tingkat penularan varian baru Covid-19 ini termasuk cepat. Diawali dengan tanda-tanda penurunan kondisi badan, batuk, dan pilek. Hendra berharap warga membatasi mobilisasi kegiatan yang tidak penting untuk mencegah tertularnya varian XBB, Omicron BQ.1 maupun BQ.1.1.

Baca Juga :  Cakupan Vaksin Booster Rendah, Dinkes Magetan Gelar Akselerasi

‘’Sebentar lagi masuk akhir tahun. Dan, Pacitan menjadi daerah jujukan wisatawan dari luar daerah. Tentu itu patut diwaspadai,’’ tuturnya.

Di sisi lain, sampai saat ini pemerintah belum menghapus kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sehingga, pemeriksaan secara berkala perlu dilakukan kepada masyarakat. Termasuk meningkatkan capaian vaksinasi.

‘’Utamanya yang (capaian) vaksinasi booster ini terus kami kejar. Karena capainnya baru 30 persenan,’’ ungkap mantan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) itu. (gen/her)

Most Read

Artikel Terbaru